Asumsi, Manipulasi Pikiran Menuju Tindakan

Asumsi

One fine day, a bus driver went to the bus garage, started his bus, and drove off along the route.

No problems for the first few stops-a few People got on, a few got off, and things went generally well.

At the next stop, however, a big hulk of a guy got on. Six feet eight, Built like a wrestler, arms hanging down to the ground.

He glared at the Driver and said, “Big John doesn’t pay!” and sat down at the back.

Did I mention that the driver was five feet three, thin, and basically meek? Well, he was.

Naturally, he didn’t argue with Big John, but he wasn’t happy about it.

The next day the same thing happened-Big John got on again, made a show of refusing to pay, and sat down. And the next day, and the one after that, and so forth.

This grated on the bus driver, who started losing sleep over the way Big John was taking advantage of him.

Finally he could stand it no longer. He signed up for body building courses, karate, judo, and all that good stuff.

By the end of the summer, he had become quite strong; what’s more, he felt really good about himself.

So on the next Monday, when Big John once again got on the bus and said, “Big John doesn’t pay!” the driver stood up, glared back at the passenger, and screamed, “And why not??”

With a surprised look on his face, Big John replied, “Big John has a Bus pass.”

Be sure there is a problem in the first place before working hard to solve one.

Cerita ini sangat mengena buat banyak orang, termasuk saya. Kita sering kali mengambil tindakan berdasarkan asumsi. Belum mengetahui faktanya, kita berkhayal, membayangkan apa yang mungkin terjadi, berujung menjadi ketakutan atau bisa juga overconfidence. Masalah yang seharusnya kecil berkembang dalam pikiran kita menjadi begitu menakutkan.

Dalam cerita ini asumsi si driver masih bisa dikategorikan berakhir dengan baik, karena si driver menjadi termotivasi untuk mengembangkan diri dengan body building dan latihan bela diri.

Buat saya ada dua poin yang bisa diambil dari cerita ini:

Pertama, sesuai dengan pesan dari cerita tersebut, “be sure there is a problem in the first place before working hard to solve one.” supaya tidak salah langkah.

Kedua, kita bisa memanipulasi pikiran kita dengan mengasumsikan hal-hal yang akan terjadi jika kita melakukan atau tidak melakukan sesuatu sekarang. Tujuannya untuk memotivasi diri. Misalnya, bayangkan kita akan sakit-sakitan jika tidak rutin olahraga, hidup pas-pasan jika tidak rajin bekerja, dan sebagainya. Jadikan ini sebagai motivasi untuk hidup lebih baik.

God bless you. Thanks 🙂

Hati-Hati! Sikap dan Cara Berpikir Menular

Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. ~1 Korintus 15:33

Sikap sama menularnya dengan virus. Yang lebih buruk dari semua itu adalah sikap buruk yang menular.

Salah satu contoh betapa cepatnya sikap buruk menular melalui pikiran adalah kisah dari Norman Cousins berikut ini.

Suatu kali, dalam sebuah pertandingan sepakbola, seorang dokter dari pusat pertolongan pertama merawat lima orang karena dicurigai keracunan makanan. Karena gejala serupa, ia berusaha melacak apa yang sama diantara mereka. Ia segera menemukan bahwa kelima orang itu semuanya membeli minuman dari sebuah kios tertentu di stadion iti.

Sang dokter ingin melakukan sesuatu yang bertanggung jawab, maka ia minta agar si pemberi pengumuman dalam pertandingan itu untuk menyarankan supaya orang-orang di stadion itu tidak membeli minuman dari stand yang satu itu karena ada kemungkinan keracunan. Tak lama kemudian, lebih dari dua ratus orang mengeluh gejala keracunan makanan. Hampir separuh jumlah orang itu menunjukkan gejala yang parah sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Tetapi ceritanya belum selesai. Setelah diselidiki ternyata lima korban awal itu telah makan salad kentang yang tercemar di sebuah toko roti dalam perjalanan mereka menuju tempat pertandingan itu. Ketika “para penderita” lain mendengar bahwa minuman di stadion itu aman, mereka dalam sekejab mengalami kesembuhan yang ajaib.

Cerita ini membuktikan bahwa apa yang kita percayai dengan cepat menyebar dan mempengaruhi kehidupan orang-orang di sekitar kita.

Maka itu, marilah kita hidup dalam lingkungan yang positif, dimana kita bisa saling menularkan hal-hal positif satu sama lain. Namun, jangan puas sampai disana saja, ketika kita sudah mampu, keluarlah dari zona aman, mari kita juga menularkan hal positif kita ke orang-orang yang memerlukannya, untuk membawa perubahan bagi mereka.

Sumber : John C Maxwell; 17 Hukum Tak Tersangkali; EQUIPS
Quote from: Jawaban.com

9 Cara Membuat Otak Berpikir Lebih Cepat

Otak manusia pada dasarnya merupakan komputer biologis. Ia membutuhkan makanan, oksigen, dan ia juga butuh latihan. Anda dapat melakukan beberapa hal untuk meningkatkan kekuatan otak dengan melatihnya, memodifikasi, atau bahkan memanipulasinya. Anda mungkin tidak akan menjadi seperti Einstein, namun hal ini juga bukan alasan untuk tidak membuatnya menjadi lebih baik. Hal-hal di bawah ini akan membuat otak Anda bekerja lebih baik.

1. Ambillah dosis EPA secukupnya
EPA adalah bahan kimia dalam minyak ikan yang merupakan makanan bagi otak, setiap orang pasti sudah mengetahuinya, jadi mengapa tidak memberikannya kapsul minyak ikan setiap hari untuk meningkatkan kekuatannya. Riset menunjukan bahwa minyak ikan dapat memfasilitasi peningkatan aktivitas pada otak, memperlancar peredaran darah, meningkatkan memori dan konsentrasi.

2. Seks secara teratur
Berhubungan seks dapat melepaskan senyawa kimia yang dapat meningkatkan kekuatan otak, menurut buku terkini “Teach yourself. Training your brain” yang ditulis oleh pengajar senior dan seorang ahli biologi. Seks adalah bentuk sempurna dari latihan, yang juga meningkatkan peredaran darah ke otak. Ia dapat mengurangi stress dan ketegangan yang menurunkan efisiensi kinerja otak.

3. Kerjakan sebuah teka teki
Teka-teki silang, Sudoku atau yang lainnya dapat membuat otak Anda tetap pada kondisi terbaik. Sama seperti otot, jika Anda tidak berlatih secara reguler, ia akan kehilangan kemampuannya untuk bekerja secara maksimal.

4. Pergi berjalan kaki
Tidak ada yang dapat mengalahkan udara segar yang dapat menyegarkan pikiran yang dapat mengurangi percakapan mental yang mengganggu logika dan pikiran konstruktif. Sebuah perjalanan di pinggiran kota, dekat sungai atau sekedar di taman akan membantu Anda menyingkirkan awan kelabu dan membantu pikiran Anda tetap jernih.

5. Mempelajari bahasa baru
Mempelajari bahasa baru dapat sindrom dementia (kemunduran otak) sampai dengan empat tahun menurut artikel yang dimuat pada New Scientist. Alasan pasti untuk hal ini belum diketahui, namun dipercaya bahwa ia memiliki hubungan erat dengan peningkatan perdaran darah dan koneksi saraf yang baik.

https://i1.wp.com/media.rd.com/rd/images/rdc/mag0709/men-women-laugh-out-loud-01-af.jpg6. Tertawa
Tawa bukan saja merupakan obat terbaik, ia juga dapat meningkatkan fungsi otak dan menstimulasi kedua sisi otak pada saat yang bersamaan. Pastikan Anda tertawa setiap harinya.

7. Menjadi kreatifif
Melukislah atau pelajari alat musik yang baru, bergabunglah dengan kelas kesenian walaupun Anda yakin Anda payah dalam hal tersebut. Menjadi kreatif memungkinkan Anda untuk menemukan solusi baru untuk permasalahan yang sudah lama dan meningkatkan kesadaran pada saat yang bersamaan.

8. Belajar melempar barang
Riset dari Universitas Regensburg di Jerman memindai otak dari seorang juggler (pemain sulap yang melemparkan barang) dan menemukan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan struktur otak. Setelah berlatih selama tiga bulan, otak akan menunjukan peningkatan signifikan pada dua bagian, yaitu bagian mid-portal dan posterior intraprietal sulcus kiri.

9. Berhubungan dengan sifat keanak-anakan Anda
Einstein pernah berkata bahwa imajinasi lebih penting daripada pengetahuan dan ia menggunakannya pada beberapa eksperimen yang akhirnya membuatnya menemukan perhitungan paling terkenal sepanjang masa (E=MC2).
https://i0.wp.com/www.kompas.com/data/photo/2008/05/09/154845p.jpg
Cobalah lihat anak-anak, mereka penuh dengan imajinasi, dan mereka belajar lebih banyak pada tahun-tahun awal kehidupan mereka lebih daripada apa yang kita pelajari selama satu dekade. Bebaskan pikiran Anda dari penjara pikiran “seorang dewasa”, Anda akan menemukan cara berpikir yang belum pernah ada sebelumnya, Anda mungkin akan membuat penemuan besar yang berikutnya.

Sumber: Kaskus (:P ketinggalan, ud lama ga ngepost jd lupa.. thx)