Blooming Orchid

I bought a plant once.

It was an orchid, my favorite flower. When I bought the plant from the shop, it hadn’t blossomed yet. The plant was vulnerable and I knew it. I was keen on having it blossom so I took deep care of it. Watered the plant every day in the morning as it said on the leaflet. Added vitamins to the soil. Put the plant enough time in the sun. But just enough, not too long, not too little. It took time before the orchid blossomed but I was patient.

I was excited when the first signs of an orchid started blooming. The orchid was beautiful, healthy, colorful. It lighted up my living room.

But then life happened. I had no more time for my orchid. I took my orchid’s beauty into granted, after all, it was always going to be there sitting in my living room. I forgot it in the sun all day. I sometimes left it in the shade for too long. I stopped watering it on time and randomly watered it when I remembered. I wasn’t careful enough to notice that the orchid was getting weaker ever day.

One day, I came back from work and noticed that the once beautiful pink petals have all fallen off. I panicked. It hit me that my orchid might not be there anymore. I watered it and watered it some more. I put it out in the sun and started giving it more time as I did in the beginning.

But alas, it was too late. The orchid was there lifeless and nothing I did would bring it back. My living room was left dull without all the colors the orchid once brought. I painfully threw the plant away.

Relationships are just like that. They are constant work-in-progress. You can’t care at the beginning and then take the person into granted when they start to bloom for you. You can’t forget about them and expect them to give you everything in return. You can’t realize one day that you are losing their love and start giving them the attention they deserve.

Love is fragile, love is beautiful, but love is easily lost.

by Rand Gerges, PhD

30 Kunci Membuat Hidup Anda Lebih Baik

Randy Pausch, 47 tahun, seorang dosen ilmu komputer dari Universitas Mellon, United States meninggal akibat kanker pankreas yang dideritanya pada 2008 silam. Di akhir hidupnya ia menulis sebuah buku yang berjudul “The Last Lecture” (Pengajaran Terakhir) yang menjadi salah satu buku best-seller di tahun 2007. Apa yang menjadi warisan yang ditinggalkannya?

Di dalam sebuah surat untuk istrinya, Jai, dan anak-anaknya, Dylan, Logan dan Chloe, ia menuliskan secara indah mengenai ‘panduan menuju kehidupan yang lebih baik’ untuk diikuti istri dan anaknya. Semoga Anda diberkati melalui tulisan ini.

KUNCI UNTUK MEMBUAT HIDUP ANDA LEBIH BAIK

PERSONALITY:
1. Jangan membandingkan hidup Anda dengan orang lain karena Anda tidak pernah tahu apa yang telah mereka lalui
2. Jangan berpikir negatif akan hal-hal yang berada diluar kendali Anda, melainkan salurkan energi Anda menuju kehidupan yang dijalani saat ini secara positif
3. Jangan bekerja terlalu keras, jangan lewati batasan Anda
4. Jangan memaksa diri Anda untuk selalu perfect, tidak ada satu orang pun yang sempurna
5. Jangan membuang waktu Anda yang berharga untuk gosip
6. Bermimpilah saat anda bangun (bukan saat tertidur)
7. Iri hati membuang-buang waktu, Anda sudah memiliki semua kebutuhan Anda
8. Lupakan masa lalu. Jangan mengungkit kesalahan pasangan Anda di masa lalu. Hal itu akan merusak kebahagiaan Anda saat ini
9. Hidup terlalu singkat untuk membenci siapapun itu. Jangan membenci
10. Berdamailah dengan masa lalu Anda agar hal tersebut tidak menganggu masa kini
11. Tidak ada seorang pun yang bertanggung jawab atas kebahagiaan Anda kecuali Anda
12. Sadari bahwa hidup adalah sekolah, dan Anda berada di sini sebagai pelajar. Masalah adalah bagian daripada kurikulum yang datang dan pergi seperti kelas aljabar, tetapi pelajaran yang Anda dapat akan bertahan seumur hidup
13. Senyumlah dan tertawalah
14. Anda tidak dapat selalu menang dalam perbedaan pendapat. Belajarlah menerima perbedaan

COMMUNITY:
15. Hubungi keluarga Anda sesering mungkin
16. Setiap hari berikan sesuatu yang baik kepada orang lain
17. Ampuni setiap orang untuk segala hal
18. Habiskan waktu dengan orang-orang di atas umur 70 dan di bawah 6 tahun
19. Coba untuk membuat paling sedikit 3 orang tersenyum setiap hari
20. Apa yang orang lain pikirkan tentang Anda bukanlah urusan Anda
21. Pekerjaan Anda tidak akan menjaga Anda di saat Anda sakit, tetapi keluarga dan teman Anda. Tetaplah berhubungan baik

LIFE:
22. Jadikan Tuhan sebagai yang pertama dalam setiap pikiran, perkataan, dan perbuatan Anda
23. Tuhan menyembuhkan segala sesuatu
24. Lakukan hal yang benar (jangan menahan kebaikan)
25. Sebaik/ seburuk apapun sebuah situasi, hal tersebut akan berubah
26. Tidak peduli bagaimana perasaan Anda, bangun, berpakaian, dan keluarlah!
27. Yang terbaik belumlah tiba (selalu punya harapan)
28. Buang segala sesuatu yang tidak berguna, tidak indah, atau mendukakan
29. Ketika Anda bangun di pagi hari, berterima kasihlah pada Tuhan untuk itu
30. Jika Anda mengenal Tuhan, Anda akan selalu bersukacita.

So, be happy 🙂

Ingat, kita hadir untuk membagikan hal-hal baik!

Seeing The Photo

Lagi pingin flashback nih..
Kenapa g kasih judul “Seeing The Photo”, karena flashback itu kita ngeliat ke masa lalu, yang udah lewat, dan photo itu pasti merupakan gambaran yang udah lewat. Tapi, sebenernya g lagi ga liat foto apapun sih, cuma ngeliat gambaran yang masih tersisa di otak g.

Hmm.. entah kenapa, belakangan ini (1 tahunan) g ngerasa kualitas hidup g terus menurun, baik itu kualitas yang ada pada diri g, maupun cara g menjalani kehidupan.

Dulu pas SMA, g kalo flashback ke SMP, rasanya seneng ada di SMA, kehidupan g jauh lebih baik.. Selepas SMA g pun berpikir seperti itu, pasti pas kuliah g akan melihat kuliah lebih baik dari SMA, tapi kenapa sekarang ngga ya… >.<

G jadi inget, dulu g pernah punya masa yang sangat indah dalam hidup g, itu waktu SMA 2, sampe sekitar SMA 3..

G bener-bener bisa ngejalanin hidup g dengan mantap, di periode itu g bisa mengontrol diri g dengan baik, g bisa selalu berpikir positif, bisa selalu bersyukur, g bisa milih mana yang harus g peduliin dan mana yang ga, g bisa berprestasi, g punya orang-orang yang positif di sekeliling g, yang bisa menjaga kepercayaan yang g kasih dan bisa percaya sama g, tempat g berbagi, saling terbuka, saling support. Ada yang ngingetin g waktu g salah, ada yang ngasih g motivasi, ada yang sering minta saran sama g. Bisa bersosialisasi sama banyak orang, sering pergi-pergi bareng (badminton / jalan-jalan, nonton).

Setiap pagi, setelah g sadar dari tidur, napas pertama g adalah ucapan syukur sama TUHAN buat pagi baru, buat udara yang begitu sejuk, buat napas g, buat orang-orang disekitar g. Tiap pagi sebelum masuk sekolah, g selalu sempetin mampir di gereja, mengucap syukur dan minta kekuatan dan penyerataan TUHAN buat hari ini. Tiap malem g punya saat teduh, baca Alkitab, dan berpikir.. mendoakan orang-orang.

Everything looks great.. Penuh semangat.. Ga ada yang perlu dikuatirkan..

Pingin rasanya bisa jalanin hidup kaya gitu lagi.. But,, that is history, hopefully, and i will try, to get more.. more.. more!!

Dibandingin sama sekarang,, g merasa bener-bener mundur, banyak keluhan, jarang bersyukur, banyak pikiran-pikiran negatif, g takut berpikir positif, takut hal itu memang beneran negatif, susah mau percaya sama orang, g takut percaya sama orang yang salah. G bingung sama keputusan g sendiri. Kadang g ngerasa sendiri, dan memang sendiri.. Mana orang yang bisa menjaga kepercayaan g dan percaya sama g? Jadwal yang cukup padat juga makin membuat g “terisolasi” and sometime menekan g.

G juga ngerasa kehidupan rohani g mundur, g udah sering ga saat teduh, ga ada lagi ke gereja pagi-pagi, masa pra-paskah inipun g jalanin ga beda sama hari-hari biasa, bahkan rabu abu aja g ga sempet ke gereja, g ngerasa hubungan sama TUHAN semakin renggang. Rasanya g gagal kalo diuji,, dikasih masalah dikit g ngeluh, down.. Pingin kaya dulu, kalo ada masalah g bisa inget firman TUHAN yang nguatin g lagi.

Sudahlah,, udah setengah 01.40, ga semua bisa ditulis ternyata..

Semoga semua bisa berjalan lebih dan lebih baik lagi..

GBU