Yang Pria Mau? | JDC

Yang pertama adalah pria mencari ketertarikan cinta. Ini mungkin mengagetkan bagi wanita tapi pria suka mencintai dan dicintai sebagai balasannya. Masalahnya adalah pria sulit menemukan wanita yang penuh cinta dan menyadari bahwa ada begitu banyak pria yang terus mencoba dan bertahan ketika mereka merasa telah menemukan pujaan mereka.

Pria mencari wanita yang tertarik pada mereka. Pria tidak perlu wanita yang dapat berjalan di atas catwalk dan banyak pria yang tidak menyukai wanita yang terlalu ramping. Tapi pria ingin wanita yang mampu menampilkan citra diri mereka dan bangga akan hal itu. Pria bangga dengan pasangannya yang kelihatan begitu pantas dalam berpakaian.

Pria mencari wanita yang dapat dipercaya, seseorang yang mengerti mereka dan ada ketika dibutuhkan. Memang kedengarannya aneh tapi banyak wanita yang tidak dapat dipercaya. Pria tidak akan pernah mengampuni pasangannya yang tidak setia, karena itu mereka mencari wanita yang benar-benar dapat mereka percayai.

Pria mencari wanita yang mau berbagi kehidupan. Wanita dengan tingkat sosial yang tinggi sangat menarik karena dapat menunjukkan kehidupan sosialnya dengan lingkungan manapun dalam hubungan jangka panjang, sehingga pria merasa ikut diterima dalam kehidupan sosial mereka.

Pria mencari wanita yang lembut feminim, yang nantinya dapat menjadi ibu yang hebat bagi anak-anak mereka. Pria tidak suka bila wanita berteriak-teriak ketika sedang marah. Pria mencari wanita berselera humor tinggi. Wanita terkadang terlalu formal dan cerewet. Wanita yang mampu menempatkan diri mereka terhadap humor pria, dapat membuat mereka menarik di mata pria, karena pria akan merasa santai dan punya waktu bersama yang menyenangkan dengan wanita tersebut.

Pria ingin wanita yang penuh dukungan. Banyak wanita yang cepat mengkritik tingkah laku, pekerjaan, ataupun keputusan pria. Jika ada yang tidak disukai wanita, mereka ingin pasangannya bisa berdebat dan bisa berdiskusi satu sama lain. Berikan dukungan dan perhatian kepada pria.

Pria suka wanita yang menantang, wanita yang membuat mereka merasa gairah dan tantangan. Pria menjadi malas bila hubungannya datar. Karena itu, buat mereka tertantang jika Anda ingin pasangan Anda tetap semangat dalam menjalin hubungan.

Pria mau wanita yang berkomitmen.

Pria tidak ingin sendiri

Jika pria tersebut telah menemukan pasangan sejatinya, mereka akan memberi lebih dalam bentuk apapun.

Bagi Anda seorang wanita, semoga dapat memberikan Anda masukan atas sikap Anda terhadap pasangan maupun calon pasangan Anda nantinya. Bagi Anda seorang pria, dapat lebih terbuka dan memberikan masukan juga kepada pasangan atau calon pasangan Anda. Selamat berinteraksi satu sama lain.

Sumber: JDC

Advertisements

Keluarga (Ber)bahagia

Hari ini gw ngeliat dua keluarga yang meunurut gw keluarga berbahagia.

Lalu, kenapa gw tulis “(Ber)bahagia”? Karena bahagia adalah sebuah pilihan. Gw pernah denger sebuah kutipan “Decided to be happy”. Dari sana jelas, mau bahagia atau ngga, itu keputusan kita. So, kita yang harus aktif, bukan kebahagiaan datang begitu saja. Kita bisa bahagia kalau kita tau jalan yang benar, dan tau cara bersyukur. Seorang anak orang kaya yang selalu makan enak, ketika diberi makan nasi goreng setiap pagi, akan mengeluh. Tapi anak seorang miskin yang untuk makan saja sulit, akan sangat bersyukur ketika bisa makan nasi goreng setiap pagi.

Lanjut ke dua keluarga berbahagia tadi,, yang pertama gw ketemu di gereja.
Keluarga ini sering bahkan hampir selalu gw liat setiap minggu, soalnya di gereja udah ada tempat-tempat kebiasaan, gw biasa duduk di sayap kanan, depan tembok, nah si keluarga ini biasa 2 atau 3 bari di depan gw. Ini keluarga isinya satu bapa, satu ibu, dua anak cowo, sama satu anak cewe.

Gw pernah kenal sama si bapa dari keluarga itu, jadi dulu gw pernah dateng agak telat dari biasa gw dateng, jadi tempat gw udah ada yang dudukin, alhasil gw duduk lebih depan sedikit, sebelah gw kosong tadinya, dan si keluarga ini yang menempati. Gw ngobrol sama di bapa, dan sedikit sama si ibu, mereka bener-bener ramah, dan ya.. beda lah dengan ngobrol sama orang lain yang baru kenal. Oya, si bapa ini ternayata lulusan Binus jaman dulu, waktu masih STMIK atau ATK gitu, lupa..

Secara biasa mereka duduk di depan gw, mau ga mau gw sering ngeliat mereka. Mereka bener-bener punya hubungan yang harmonis, gw aja yang ngeliat seneng, apalagi mereka ya.. Diberkatilah keluarga ini 🙂 Mereka sering bercanda-bercanda kecil, ya walaupun di gereja sih, tp gpp lah, ga membuat keributan juga. Orangtua seperti sahabat buat anak-anaknya, anak-anaknya akbrab. Semoga keluarga gw nanti bisa lebih baik dari keluarga ini. Heheh.

Nah, yang kedua, pasangan suami istri yang barusan gw dateng ke pesta intan perkawinannya (60 tahun). Wah, yang ini bener-bener deh, si bapa senyum terus, bahagia sekali sepertinya. Dia cerita, “Dulu tinggal di desa, ga ada listrik, ga ada ledeng, kalau mandi, cuci muka ke sungai. Kenalan sama istrinya dari orangtua, dijodohin, 3 bulan setelah kenal langsung nikah, ga ada pacaran-pacaran. Dulu saya kerja jualan barang ke pedalaman, naik perahu, bisa 10 hari sekali pergi, kalau udah malam, numpang di desa orang, tidur pake alas tilam(tikar). Terus waktu istri saya mau melahirkan, di sana ga ada bidan, jadi harus ke daerah lain, sewa perahu, dayung berdua, sekitar 4 jam baru sampai, waktu itu masih muda, ga ada pengalaman, ga mikir gimana kalau anaknya sampai lahir di perahu. Orang sekarang udah enak, ada rumah sakit dekat, masih aja kalau melahirkan maunya di Singapur.. Hahah.”

Continue reading

Jembatan Yang Harus Ku Seberangi

Ada saat dimana kita lebih baik hanya berfokus pada diri kita sendiri dan pada tujuan-tujuan kita.
Saat itu lingkungan bukan sesuatu yang indah, bukan yang mendukung, bukan yang terlalu penting untuk kita perhatikan.
Justru lingkungan itu dapat melemahkan kita, menarik kita ke dasar, mempengaruhi, dan akhirnya membuat kita lemah dan tidak berdaya, semangat yang kita punya jadi luntur.

Dimana kita berfokus, bagian itulah yang akan tumbuh, maka ketika lingkungan kita bukan sesuatu yang baik, janganlah kita berfokus pada hal itu, karena hambatan akan semakin hebat, hal negatif itu akan tumbuh dalam hati dan pikiran kita, yang akhirnya memperngaruhi cara kita menjalani kehidupan.
Hati kita akan penuh dengan perasaan yang mengganggu, pikiran tidak fokus..

Ketika hal-hal negatif memasuki pikiran kita, perendahan terhadap diri sendiri, merasa dikucilkan, merasa sendiri, segera alihkan pikiran, bahkan lebih baik kita membuang waktu untuk hal-hal tidak berguna, daripada kita membiarkan diri jatuh dalam pikiran-pikiran yang melemahkan tersebut, pikirkanlah tujuan-tujuan hidup kita, tanyakan kepada diri sendiri “Apakah masa depanku begitu tak berharga sehingga hal-hal kecil begini dapat melemahkan aku?”, “Apa hal-hal ini cukup penting untuk berpengaruh pada pencapaian masadepanku?” Jawablah keras-keras dengan kata “TIDAK!”

Pikikan impian-impianmu, pikirkan keluarga yang harmonis yang akan kita bangun, pikirkan saat kita akan tertawa bersama anak-anak kita, pergi berlibur bersama.

Analoginya seperti saat kita harus menyeberangi sungai kotor dan curam dengan jembatan gantung yang rapuh. Lingkungan sekitar bukan lagi hal yang indah, dia malah bisa membuat kita takut dan berhenti, lemah dan menyerah, abaikan itu semua, dan lihatlah sisi seberang, pikirkan tujuan dan hal-hal indah yang akan kita dapatkan di sana.

Semangat!!