Belajar Menjadi Pemenang Dalam Kehidupan

Selamat natal kawan-kawan, semoga natal ini kembali membawa kedamaian dan keharmonisan dalam kehidupan kita. Semoga segala yang baik dan berkenan bagi-Nya ada di dalam kita supaya kita bisa menjadi saluran berkat, terang, garam buat orang-orang disekitar kita πŸ™‚

Belajar Menjadi Pemenang Dalam Kehidupan

Ketika kerjamu tidak dihargai maka saat itu kau sedang belajar tentang ketulusan.

Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kau sedang belajar keikhlasan.

Ketika hatimu terluka sangat dalam, maka saat itu kau sedang belajar tentang memaafkan.

Ketika kau harus lelah dan kecewa , maka saat itu kau sedang belajar tentang kesungguhan.

Ketika kau merasa sepi dan sendiri maka saat itu kau sedang belajar tentang ketangguhan.

Ketika kau harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung, maka saat itu kau sedang belajar tentang kemurah-hatian.

Maka : Tetap Semangat, Tetap Sabar, Tetap Tersenyum, Terus Belajar, karena kita semua sedang menimba ilmu di universitas kehidupan.

Ingat Tuhan menaruhmu di tempatmu sekarang, bukanΒ kebetulan.

Orang yang hebat tidak dihasilkan melalui : Kemudahan, Kesenangan, dan Ketenangan.
Melainkan mereka dibentuk melalui : Kesukaran, Tantangan, dan Air Mata.

Maka ketika engkau mengalami sesuatu yang sangat berat dan merasa ditinggalkan sendiri dalam hidup ini : Angkatlah tangan dan kepalamu keatas, tataplah masa depanmu, dan ketahuilah Tuhan sedang mempersiapkanmu untuk menjadi orang yang luar biasa untuk menjadi seorang PEMENANG bahkan LEBIH DARI PEMENANG.

May God Bless You.

Menuntut = Meminta + Kesungguhan | Mario Teguh

Pergaulan adalah tempat ditetapkannya standar.

Seorang muda yang bergaul dengan pribadi-pribadi yang santun dan bersemangat mewujudkan impian-impian besar mereka, akan menjadi orang muda yang berhasil tanpa harus menjadi tua, dan menjadi pribadi anggun tanpa harus dilahirkan dalam keluarga ningrat.

Sedangkan dia yang menyediakan matanya bagi pemandangan yang kusam norma – tidak akan mengenali kebaikan yang berada dalam jangkauannya.

Dia yang menyediakan telinganya bagi kata-kata rendah nan hasut – tidak akan mengerti anjuran-anjuran baik yang akan memuliakannya.

Dan dia yang menggerakkan tubuhnya mengikuti gerakan orang-orang yang tuna malu – akan menolak berjalan dengan cara yang akan meninggikan derajatnya.

Marilah kita tegas memelihara diri dari hal-hal yang tidak memuliakan, dan agar kita berfokus pada hal-hal yang membesarkan kehidupan.

Anda harus menetapkan standar kualitas untuk yang dapat Anda terima dalam karir dan kehidupan pribadi Anda.

Jika tidak, Anda akan sering diharuskan menerima apa adanya.

Padahal, …

Menerima apa adanya bukanlah sikap yang mewakili keberserahan kepada Tuhan.

Karena,

Mengupayakan tercapainya yang TERBAIK,
adalah sikap orang yang mensyukuri apa pun yang telah ada pada dirinya, UNTUK mencapai yang LEBIH BAIK
bagi dirinya, keluarganya, dan bagi sebanyak-mungkin orang lain.

Tidak ada orang yang lebih disia-siakan hidupnya, daripada dia yang diharuskan menerima apa adanya, saat yang lebih baik masih mungkin baginya.

Jika yang lebih baik bagimu – masih mungkin, mengapakah engkau berhenti pada yang cukup?

Janganlah engkau bersikap seperti rendah hati dan bersahaja, tetapi yang sebetulnya adalah topeng dari hati malas mu.

Engkau hanya akan mendapat yang kau tuntut.

Karena,

Jika engkau menuntut, engkau akan menambahkan kesungguhan pada permintaanmu.

Engkau akan merajinkan diri. Engkau akan mengisi waktumu dengan pekerjaan yang bernilai. Engkau akan menjadikan hubunganmu dengan orang lain sebagai kesempatan untuk menyampaikan keuntungan. Engkau akan menjadikan kehadiranmu sebagai pengindah perasaan orang lain.

Jika engkau bersungguh-sungguh mengupayakan yang terbaik, engkau akan mendapatkan yang terbaik.

Sehingga,

Engkau hanya akan mendapat yang kau tuntut.

Menuntut adalah meminta dengan kesungguhan yang penuh.

Maka, …

Jadilah pribadi yang pantas untuk menuntut yang terbaik.

Karena,

Dia yang menuntut yang terbaik, akan mendapatkan yang terbaik.

Tuntutlah dirimu..

Sabar, Sampai Kapan? | Mario Teguh

Kita tidak mungkin bisa menunggu datangnya sesuatu yang tidak kita SEBABKAN kehadirannya.

Kita tidak bisa menunggu kesehatan, yang kita jauhkan dengan kebiasaan buruk.

Kita tidak bisa menunggu uang, dari pekerjaan yang kita malas mengerjakannya, atau yang kalau bisa kita hindari.

Kita tidak bisa menunggu kebahagiaan, dengan cara bicara dan bersikap yang menyalahkan siapa pun kecuali diri sendiri.

Dan kita tidak bisa menunggu kehidupan yang damai, dengan cara melanggar batasan-batasan kebaikan.

Jika yang kita kerjakan jelas, akan jelas jugalah apa yang kita tunggu.

Banyak sekali orang yang kelihatannya sibuk, tetapi yang sebetulnya tidak bekerja.

Ingatlah, bahwa tidak semua kesibukan adalah pekerjaan.

Pekerjaan adalah kesibukan yang menghasilkan keuntungan bagi orang lain, sebagai cara untuk membangun keuntungan bagi diri sendiri.

Kesibukan yang bukan pekerjaan, tidak akan menyediakan sesuatu yang bernilai untuk ditunggu, kecuali penuaan tanpa kemampuan.

Sebetulnya bukan yang kita tunggu – yang datang, kita lah yang datang menemui hadiah bagi kerja keras kita di masa depan.

Kita sampai, hanya karena kita bergerak.

Semua yang kita tunggu itu berada di masa depan, dan tidak mungkin datang menemui kita di hari ini.

Kita lah yang harus menjadi pribadi yang lebih kuat, karena akan ada banyak tutup dari periuk rezeki besar yang harus kita angkat dan buka di masa depan.

Kita lah yang harus menjadi pribadi yang lebih tinggi, karena permata dan mutiara kesejahteraan itu disusun di rak-rak yang lebih tinggi di masa depan.

Kita lah yang harus menepatkan sudut pandang, karena pintu-pintu menuju taman-taman pemuliaan kehidupan di masa depan tidak terlihat dari sikap-sikap yang salah.

Kita lah yang harus membersihkan hati, karena keindahan kehidupan yang bahkan sudah tersedia hari ini, tidak akan dirasakan oleh hati yang belum bersih.

Marilah kita mengambil tanggung-jawab sepenuhnya bagi pemberhasilan diri kita sendiri.

Mungkin hampir tidak ada perasaan yang lebih memerdekakan diri, daripada ketegasan untuk menjadi pemberhasil bagi kehidupan kita sendiri.

Cobalah yang selama ini Anda ragukan, atau akan lebih hebat lagi – lakukanlah yang selama ini Anda takuti.

Orang yang tidak mencoba karena takut gagal, lebih gagal daripada rekannya yang mencoba dan kemudian gagal.

Ujilah keberuntungan Anda. Cobalah melakukan sesuatu dengan lebih berani.

Bukankah sebetulnya,
banyak sekali yang akan Anda lakukan jika Anda lebih berani?

Tuhan Maha Adil. Dan Tuhan telah berjanji akan menyejahterakan dan membahagiakan hamba-Nya yang berupaya.

Tetapi mungkin muncul pertanyaan, …

Bagaimana jika Anda gagal? Coba lagi.
Bagaimana jika Anda masih gagal? Coba lagi.
Bagaimana jika Anda masih terus gagal? Coba lagi.

Eh! … nanti dulu, …
apakah tadi saya menambahkan penjelasan,
bahwa saat Anda mencoba lagi tadi itu,
Anda mencobanya dengan sikap yang lebih baik, dengan cara yang lebih tepat,
dan dengan niat yang lebih tulus?

Maaf ya? …

Mencoba lagi adalah melakukan lagi dengan lebih baik.

Dan bukan hanya sekedar mengulangi tindakan yang sudah jelas-jelas salah, yang tidak menghasilkan, dan yang hanya menjadikandiri kita kesal .

Mencoba lagi adalah melakukan lagi dengan lebih baik.

Maka,

Janganlah kita melakukan hal yang sama, dengan cara yang sama, tetapi mengharapkan hasil yang berbeda.

Pribadi yang kuat, membangun nasib; pribadi yang lemah, menunggu keberuntungan.

Apakah engkau sedang menunggu pekerjaan yang lebih baik, sebelum engkau bekerja dengan sungguh-sungguh?

Apakah pekerjaan baik – pantas bagi orang yang tidak bersungguh-sungguh?

Ketahuilah, bahwa …

Sebagian dari kita sedang tidak sabar untuk membangun hasil-hasil yang super dalam pekerjaannya, tetapi sebagian lagi sedang tidak sabar untuk menghindari pekerjaan.

Bersabarlah engkau dalam sikap-sikap yang baik, dalam pergaulan yang baik, dan dalam pekerjaan yang baik.

Bersabarlah untuk hal-hal yang baik.

Dan, …

Rencanakanlah penggunaan dari usiamu.

Dia yang bisa berlaku tenang dalam karir dan kehidupan yang tanpa rencana, tidak bisa disebut sabar.
Dia hanya terbiasa tidak merasa gelisah dalam pelemahan hidupnya.

Tidak ada kesulitan yang lebih kuat daripada kegigihan.

Jiwa yang mengerti, tidak lagi menunggu,
karena ia terlalu sibuk menjadikan dirinya pantas menunggu sebesar-besarnya rezeki,

menunggu seindah-indahnya kebahagiaan,
dan menunggu setinggi-tingginya kemuliaan hidup.

Mudah-mudahan Tuhan mengindahkan waktu yang Anda gunakan untuk menunggu sampainya hadiah-hadiah terbaik bagi kejujuran dan kerja keras Anda.

Sumber: Mario Teguh Golden Point – SABAR, SAMPAI KAPAN?

Yang Pria Mau? | JDC

Yang pertama adalah pria mencari ketertarikan cinta. Ini mungkin mengagetkan bagi wanita tapi pria suka mencintai dan dicintai sebagai balasannya. Masalahnya adalah pria sulit menemukan wanita yang penuh cinta dan menyadari bahwa ada begitu banyak pria yang terus mencoba dan bertahan ketika mereka merasa telah menemukan pujaan mereka.

Pria mencari wanita yang tertarik pada mereka. Pria tidak perlu wanita yang dapat berjalan di atas catwalk dan banyak pria yang tidak menyukai wanita yang terlalu ramping. Tapi pria ingin wanita yang mampu menampilkan citra diri mereka dan bangga akan hal itu. Pria bangga dengan pasangannya yang kelihatan begitu pantas dalam berpakaian.

Pria mencari wanita yang dapat dipercaya, seseorang yang mengerti mereka dan ada ketika dibutuhkan. Memang kedengarannya aneh tapi banyak wanita yang tidak dapat dipercaya. Pria tidak akan pernah mengampuni pasangannya yang tidak setia, karena itu mereka mencari wanita yang benar-benar dapat mereka percayai.

Pria mencari wanita yang mau berbagi kehidupan. Wanita dengan tingkat sosial yang tinggi sangat menarik karena dapat menunjukkan kehidupan sosialnya dengan lingkungan manapun dalam hubungan jangka panjang, sehingga pria merasa ikut diterima dalam kehidupan sosial mereka.

Pria mencari wanita yang lembut feminim, yang nantinya dapat menjadi ibu yang hebat bagi anak-anak mereka. Pria tidak suka bila wanita berteriak-teriak ketika sedang marah. Pria mencari wanita berselera humor tinggi. Wanita terkadang terlalu formal dan cerewet. Wanita yang mampu menempatkan diri mereka terhadap humor pria, dapat membuat mereka menarik di mata pria, karena pria akan merasa santai dan punya waktu bersama yang menyenangkan dengan wanita tersebut.

Pria ingin wanita yang penuh dukungan. Banyak wanita yang cepat mengkritik tingkah laku, pekerjaan, ataupun keputusan pria. Jika ada yang tidak disukai wanita, mereka ingin pasangannya bisa berdebat dan bisa berdiskusi satu sama lain. Berikan dukungan dan perhatian kepada pria.

Pria suka wanita yang menantang, wanita yang membuat mereka merasa gairah dan tantangan. Pria menjadi malas bila hubungannya datar. Karena itu, buat mereka tertantang jika Anda ingin pasangan Anda tetap semangat dalam menjalin hubungan.

Pria mau wanita yang berkomitmen.

Pria tidak ingin sendiri

Jika pria tersebut telah menemukan pasangan sejatinya, mereka akan memberi lebih dalam bentuk apapun.

Bagi Anda seorang wanita, semoga dapat memberikan Anda masukan atas sikap Anda terhadap pasangan maupun calon pasangan Anda nantinya. Bagi Anda seorang pria, dapat lebih terbuka dan memberikan masukan juga kepada pasangan atau calon pasangan Anda. Selamat berinteraksi satu sama lain.

Sumber: JDC

Seeing The Photo

Lagi pingin flashback nih..
Kenapa g kasih judul “Seeing The Photo”, karena flashback itu kita ngeliat ke masa lalu, yang udah lewat, dan photo itu pasti merupakan gambaran yang udah lewat. Tapi, sebenernya g lagi ga liat foto apapun sih, cuma ngeliat gambaran yang masih tersisa di otak g.

Hmm.. entah kenapa, belakangan ini (1 tahunan) g ngerasa kualitas hidup g terus menurun, baik itu kualitas yang ada pada diri g, maupun cara g menjalani kehidupan.

Dulu pas SMA, g kalo flashback ke SMP, rasanya seneng ada di SMA, kehidupan g jauh lebih baik.. Selepas SMA g pun berpikir seperti itu, pasti pas kuliah g akan melihat kuliah lebih baik dari SMA, tapi kenapa sekarang ngga ya… >.<

G jadi inget, dulu g pernah punya masa yang sangat indah dalam hidup g, itu waktu SMA 2, sampe sekitar SMA 3..

G bener-bener bisa ngejalanin hidup g dengan mantap, di periode itu g bisa mengontrol diri g dengan baik, g bisa selalu berpikir positif, bisa selalu bersyukur, g bisa milih mana yang harus g peduliin dan mana yang ga, g bisa berprestasi, g punya orang-orang yang positif di sekeliling g, yang bisa menjaga kepercayaan yang g kasih dan bisa percaya sama g, tempat g berbagi, saling terbuka, saling support. Ada yang ngingetin g waktu g salah, ada yang ngasih g motivasi, ada yang sering minta saran sama g. Bisa bersosialisasi sama banyak orang, sering pergi-pergi bareng (badminton / jalan-jalan, nonton).

Setiap pagi, setelah g sadar dari tidur, napas pertama g adalah ucapan syukur sama TUHAN buat pagi baru, buat udara yang begitu sejuk, buat napas g, buat orang-orang disekitar g. Tiap pagi sebelum masuk sekolah, g selalu sempetin mampir di gereja, mengucap syukur dan minta kekuatan dan penyerataan TUHAN buat hari ini. Tiap malem g punya saat teduh, baca Alkitab, dan berpikir.. mendoakan orang-orang.

Everything looks great.. Penuh semangat.. Ga ada yang perlu dikuatirkan..

Pingin rasanya bisa jalanin hidup kaya gitu lagi.. But,, that is history, hopefully, and i will try, to get more.. more.. more!!

Dibandingin sama sekarang,, g merasa bener-bener mundur, banyak keluhan, jarang bersyukur, banyak pikiran-pikiran negatif, g takut berpikir positif, takut hal itu memang beneran negatif, susah mau percaya sama orang, g takut percaya sama orang yang salah. G bingung sama keputusan g sendiri. Kadang g ngerasa sendiri, dan memang sendiri.. Mana orang yang bisa menjaga kepercayaan g dan percaya sama g? Jadwal yang cukup padat juga makin membuat g “terisolasi” and sometime menekan g.

G juga ngerasa kehidupan rohani g mundur, g udah sering ga saat teduh, ga ada lagi ke gereja pagi-pagi, masa pra-paskah inipun g jalanin ga beda sama hari-hari biasa, bahkan rabu abu aja g ga sempet ke gereja, g ngerasa hubungan sama TUHAN semakin renggang. Rasanya g gagal kalo diuji,, dikasih masalah dikit g ngeluh, down.. Pingin kaya dulu, kalo ada masalah g bisa inget firman TUHAN yang nguatin g lagi.

Sudahlah,, udah setengah 01.40, ga semua bisa ditulis ternyata..

Semoga semua bisa berjalan lebih dan lebih baik lagi..

GBU