Kedamaian dan Kehangatan

Heart Warming - Puuung

Paling tidak saya punya dua orang teman yang memberikan kedamaian dan kehangatan di dalam hati saya hanya dengan melihat bagaimana mereka menjalani hidup.

Memang saya tidak memiliki hubungan yang dekat dengan mereka, komunikasi dalam setahun mungkin bisa dihitung dengan jari, namun kehangatannya selalu bisa tinggal dan menginspirasi. Satu diantaranya akan pindah dan menetap di US. See you! 😀

Ketulusan untuk berbagi, keceriaan, positive attitude, generous, heart warming. Banyak lagi kata yang bisa ditulis untuk menggambarkan.

Tidak mungkin rasanya orang hidup tanpa masalah, namun apa yang keluar dari mereka bukan cerminan dari masalah melainkan semangat, kedamaian, ketulusan, dan percaya diri.

Di saat orang-orang lain berlomba menjadi yang paling benar, yang paling hebat, mereka cukup dengan dirinya, menikmati segala yang ada, menjadi apa adanya, sederhana, bersyukur, dan mereka tidak kekurangan.

Di saat orang-orang tidak pernah puas dengan kehidupannya, pekerjaan, dan lainnya, mereka menjalani hari-harinya dengan happy, melakukan apa yang mereka suka, mensyukuri apa yang mereka lakukan, tidak terbawa dengan lingkungan yang negatif, malah memberikan pengaruh yang positif. Sharing affection.

Di saat orang-orang mementingkan diri sendiri, egosentris, bahkan bisa menjatuhkan orang lain demi kepentingan sendiri, mereka masih mau berbagi dengan tulus, berbagi pengalaman, berbagi kebahagiaan, berbagi talenta.

Ah, THANK YOU!

Advertisements

Asumsi, Manipulasi Pikiran Menuju Tindakan

Asumsi

One fine day, a bus driver went to the bus garage, started his bus, and drove off along the route.

No problems for the first few stops-a few People got on, a few got off, and things went generally well.

At the next stop, however, a big hulk of a guy got on. Six feet eight, Built like a wrestler, arms hanging down to the ground.

He glared at the Driver and said, “Big John doesn’t pay!” and sat down at the back.

Did I mention that the driver was five feet three, thin, and basically meek? Well, he was.

Naturally, he didn’t argue with Big John, but he wasn’t happy about it.

The next day the same thing happened-Big John got on again, made a show of refusing to pay, and sat down. And the next day, and the one after that, and so forth.

This grated on the bus driver, who started losing sleep over the way Big John was taking advantage of him.

Finally he could stand it no longer. He signed up for body building courses, karate, judo, and all that good stuff.

By the end of the summer, he had become quite strong; what’s more, he felt really good about himself.

So on the next Monday, when Big John once again got on the bus and said, “Big John doesn’t pay!” the driver stood up, glared back at the passenger, and screamed, “And why not??”

With a surprised look on his face, Big John replied, “Big John has a Bus pass.”

Be sure there is a problem in the first place before working hard to solve one.

Cerita ini sangat mengena buat banyak orang, termasuk saya. Kita sering kali mengambil tindakan berdasarkan asumsi. Belum mengetahui faktanya, kita berkhayal, membayangkan apa yang mungkin terjadi, berujung menjadi ketakutan atau bisa juga overconfidence. Masalah yang seharusnya kecil berkembang dalam pikiran kita menjadi begitu menakutkan.

Dalam cerita ini asumsi si driver masih bisa dikategorikan berakhir dengan baik, karena si driver menjadi termotivasi untuk mengembangkan diri dengan body building dan latihan bela diri.

Buat saya ada dua poin yang bisa diambil dari cerita ini:

Pertama, sesuai dengan pesan dari cerita tersebut, “be sure there is a problem in the first place before working hard to solve one.” supaya tidak salah langkah.

Kedua, kita bisa memanipulasi pikiran kita dengan mengasumsikan hal-hal yang akan terjadi jika kita melakukan atau tidak melakukan sesuatu sekarang. Tujuannya untuk memotivasi diri. Misalnya, bayangkan kita akan sakit-sakitan jika tidak rutin olahraga, hidup pas-pasan jika tidak rajin bekerja, dan sebagainya. Jadikan ini sebagai motivasi untuk hidup lebih baik.

God bless you. Thanks 🙂

Quotes by Mario Teguh

“Berhati-hatilah dengan yang Anda hindari.
Yang TIDAK Anda kerjakan hari ini, berdampak lebih besar daripada yang Anda kerjakan.

Perhatikanlah, yang lebih menyiksa kita hari ini adalah hal-hal baik yang TIDAK kita lakukan dulu. Apalagi jika sampai hari ini kita tidak memiliki disiplin pribadi, yang tegas mencegah diri melakukan yang seharusnya tidak kita lakukan.” Mario Teguh

——-

“Yang kau sukai belum tentu baik bagimu.

Jika untuk mendapatkan yang kau sukai, engkau sering gagal dan menua dalam kekecewaan, maka sebaiknya engkau belajar menyukai yang tak kau sukai. Lalu temukanlah kesukaan untuk menjadikan dirimu produktif, agar engkau menjadi pribadi dengan kedamaian dan kesejahteraan yang kau sukai.

Sadarilah, Tuhan sering menggunakan yang tak kau sukai sebagai penuntun bagimu.” Mario Teguh

——-

“Perhatikanlah, orang yang berhasil dalam karir dan kehidupan keluarganya, memiliki kebiasaan bekerja keras, bahkan lebih keras daripada rekan-rekannya yang hidupnya masih lemah.

Berkah bagi kita yang hatinya penuh kesungguhan, adalah ijin untuk bekerja keras bagi kebaikan sesama, agar kita disebut oleh Tuhan sebagai sebaik-baiknya manusia.” Mario Teguh

——-

“Hadiah bagi orang yang melakukan kesalahan, adalah kesempatan untuk memperbaiki sikap yang menjadikannya salah.

Maka janganlah berlama-lama dalam penyesalan. Segeralah perbaiki sikap yang menyebabkannya.

Tidak ada kesalahan atau kegagalan apa pun yang bisa merendahkan Anda, jika Anda ikhlas memperbarui diri. Itu yang menjadikan Anda bangkit gagah setelah semua bara api padam.” Mario Teguh

——-

“Sesungguhnya, kekhawatiranku TIDAK membatalkan masalah dan kesulitan yang bisa terjadi di masa depanku, tetapi PASTI akan mengurangi kedamaian dan kekuatanku hari ini untuk membangun kesiapan menghadapi masalah dan kesulitan apa pun.” Mario Teguh

——-

”Jika mengeluh itu dibayar, pasti akan banyak sekali orang yang menjadi kaya tanpa harus menjadi orang yang berguna bagi sesama.

Jika Anda ingin berada dalam lingkungan yang sangat sedikit keluhannya, bergaullah dengan mereka yang ikhlas bekerja keras untuk menguatkan hati yang lemah, menuntun yang tersesat, meninggikan yang rendah, dan menggembirakan yang putus harapan.” Mario Teguh

——-

Janganlah engkau berdoa dengan sepenuh hati,
lalu bekerja dengan setengah hati.
Lalu mengeluh sepenuh hati,
karena perlakuan hidup yang setengah hati.

——-

Ada hukum kepantasan bagi segala sesuatu, maka ia yang memperbaiki diri akan menjadi pantas bagi kehidupan yang terperbaiki.

——-

Janganlah kita mengharapkan sebuah kehidupan yang penuh,
dengan kesediaan untuk bekerja hanya dengan hati yang setengah penuh.

——-

Kepantasan untuk berhasil selalu mendahului keberhasilan.

——-

Sumber: Facebook