Entrepreneur dan Self Employed

entrepreneur dan self employedSelama ini banyak dari kita berpikir bahwa dengan mendirikan sebuah usaha sendiri maka kita sudah disebut sebagai entrepreneur / pengusaha apapun status dan peranan kita dalam perusahaan tersebut.

Namun, baru-baru ini saya mendapat sebuah masukan dari Mr. Tung Desem Waringin, bahwa:

Entrepreneur yang sejati adalah orang yang dapat menjalankan usahanya tanpa perlu hadir dalam perusahaan itu sendiri. Perusahaan dapat berjalan dengan sebuah sistem yang sudah matang dan menghasilkan untung, kita hanya perlu datang beberapa kali dalam jangka waktu tertentu (misalnya sebulan sekali) untuk melakukan kontrol, melihat perkembangan, mengambil keputusan krusial, dan mengambil untung bagian kita.

Sedangkan orang yang mendirikan usaha namun harus tetap terikat bekerja di perusahaan itu sendiri sebenarnya adalah Self Employed. Dengan kata lain, kita mempekerjakan diri kita sendiri di perusahaan yang kita dirikan. Ketika kita tinggal, perusahaan akan seperti kehilangan karyawan penting dan tidak dapat beroperasi dengan baik.

Secara garis besar, perbedaan yang akan sangat terasa adalah pada hal:

  • Kebebasan waktu / fleksibilitas. Entrepreneur akan memiliki kebebasan waktu, sedangkan Self Employed tidak.
  • Sistem dalam perusahaan. Entrepreneur memiliki sistem yang baik dalam menjalankan perusahaan, sedangkan Self Employed tidak.
  • Kemungkinan memiliki beberapa usaha. Entrepreneur memiliki kesempatan lebih besar memiliki beberapa usah, sedangkan Self Employed peluangnya lebih kecil karena mereka akan cukup sibuk dengan pekerjaan mereka sekarang.

Dimanakah kita?

Analogi Wirausaha Teknologi (Technopreneur)

Hari ini setelah ngobrol-ngobrol tentang plan kedepan, saya jadi kepiran sebuah analogi tentang lulusan computer science yang akan dibawa kemana..

Ada tiga kemungkinan besar setelah lulus:

  1. Technopreneur (StartUp)
  2. Freelance (Software House)
  3. Pegawai

Analoginya seperti ini, kita dibekali dengan bahan peledak, anggaplah bubuk mesiu, ini adalah analogi modal kita, termasuk skill dan waktu.

Technopreneur, membuat sebuah produk atau mendirikan startup company memiliki resiko yang besar, namun jika berhasil besar pula dampak posifitnya. Saya analogikan ini seperti kita menggunakan mesiu kita untuk meledakkan sebuah gunung dan berharap gunung itu memiliki kandungan emas. Resiko disini adalah jika ternyata perhitungan kita salah, ternyata gunung itu tidak mengandung emas, padahal kita telah menggunakan banyak mesi. Namun, tentu saja resiko itu dapat diminimalkan dengan melakukan penelitian dengan benar. Sebaliknya, jika perhitungan kita benar, maka kita mendapatkan hasil yang sangat memuaskan, tambang emas.

Kedua, freelance, mengerjakan proyek lepas, atau mendirikan software house. Saya analogikan ini seperti menjual petasan. Kita menggunakan mesiu untuk membuat petasan dan menjualnya. Memang hampir pasti petasan tersebut laku, apalagi jika dijual pada saat-saat yang tepat dengan skill negosiasi yang baik, keuntungannya bisa berkali lipat. Kekurangannya adalah kita sangat tergantung pada demand, jika tidak ada permintaan habislah kita, dan satu lagi, semakin banyak pesaing, dengan mudahnya orang masuk kedalam bisnis ini dan membanting harga. Dalam freelance sangat penting untuk menjaga nama baik dan menjalin network yang luas.

Yang terakhir, menjadi pegawai, ini saya analogikan dengan kita menjadi seorang mafia yang bekerja untuk ketua gang, kita gunakan mesiu untuk mengisi pistol kita. Dengan menjalani profesi ini, skill kita akan terasah terus, jam terbang bertambah dan menjadi profesional, penghasilan kita terjamin karena kita dipelihara oleh ketua gang, dan jika kita perform dengan baik, bisa jadi kita menduduki posisi kunci dalam gang tersebut. Namun, sehebat-hebatnya kita, rasanya hampir mustahil kita bisa melampaui atau bahkan sekedar menyamai kesuksesan ketua gang, di sisi lain, kehidupan kita juga seperti berada di tangan ketua gang, dia mau apa kita harus siap melakukan, bahkan bisa saja dia memecat kita kapanpun.

Jadi, mana yang akan kita ambil? Semoga pilihan kita tepat 🙂