Yuan Batal Masuk SDR (Mata Uang Dunia) Oktober 2015

Menyambung artikel yang saya tulis beberapa hari lalu tentang masuknya Yuan sebagai mata uang dunia (world reserve currency). Muncul berita bahwa yuan diprediksi batal masuk sebagai mata uang dunia / SDR pada Oktober 2015 ini, namun ini hanya penundaan, pada suatu saat nanti (1 Oktober 2016) yuan akan ditetapkan untuk masuk sebagai SDR.

Laporan staf IMF, Selasa (4/8), menyebutkan, ada kekhawatiran pasar uang akan bergolak begitu yuan dimasukkan ke dalam SDR.

IMF mengakui yuan menyaingi mata uang kuat dunia lainnya sebagai acuan alat transaksi. Hanya saja, banyak pekerjaan penting yang masih harus dilakukan. Menurut IMF, penundaan itu akan membuat masuknya yuan ke SDR lebih mulus.

IMF mengatakan, “Akses ke pasar Tiongkok sangat penting, demikian juga fleksibilitas kurs yuan, dan faktor kekuatan pasar dalam penentuan kurs yuan ikut menentukan.”

IMF Tunda Penerimaan Mata Uang Yuan
Renminbi, Ajang Perang Ekonomi Tiongkok-AS

Advertisements

Yuan (RMB / CNY) Sebagai 2nd World Reserve Currency

CNY vs USDBaru-baru ini saya membaca berita tentang meeting IMF dua kali per dekade yang akan diselenggarakan pada Oktober 2015 nanti. Pertemuan ini disebut-sebut akan mengumumkan penetapan mata uang Tingkok (China) yaitu Yuan (CNY) / Renminbi (RMB) sebagai mata uang dunia yang kedua setelah selama beberapa dekade ini US dollar (USD) perkasa sendirian sebagai world reserve currency.

Reserve currency adalah mata uang yang dipegang dalam jumlah tertentu, sebagai instrument transaksi internasional. Baik untuk pembelian dan pembayaran. Semua orang tahu bahwa US Dolar adalah mata uang yang dimaksud. Selama 48 tahun terakhir, US Dolar tidak tergoyahkan dari posisinya itu. Artinya, US Dolar adalah mata uang yang bisa diterima di seluruh dunia dan yang paling banyak digunakan.

Jika hal ini benar terjadi, akan ada suatu perubahan yang besar pada ekonomi dunia.

USD akan berhadapan dengan CNY, mereka akan mencari titik keseimbangan, penggunaan USD yang mendominasi sekarang akan berkurang, sedangkan CNY akan meningkat, USD akan melemah, CNY akan menguat.

Bagaimana dengan Indonesia? Bagaimana dengan hutang yang kebanyakan dalam USD? Bagaimana dengan expor impor yang menggunakan USD? Apa efek dari hubungan yang dibina Presiden Jokowi dengan Presiden Xi Jinping selama ini? Bagaimana dengan investasi Tingkok ke Indonesia? Bagaimana keadaan negara lain? Akankah mempengaruhi daya beli / import negara lain? Apakah akan berdampak positif atau negatif untuk Indonesia? Apakah Amerika akan membiarkan ini terjadi? Apa yang akan dilakukan? Apa yang perlu kita lakukan? …

Berikut ini artikel-artikel yang menarik untuk dibaca:

Menanti Pengumuman Besar di Bulan Oktober 2015 Yang Akan Mengguncang Keuangan Dunia

Yuan Has Real Shot at IMF Blessing on Reserve Status

China Seen Winning IMF Reserve-Currency Endorsement in 2015

 

Dasyatnya Ekonomi China (RRC)

Do You Know?

http://vbaines.files.wordpress.com/2007/08/china-flag2.jpgKita udah sama-sama tau betapa pesatnya pertumbuhan ekonomi Republik Rakyat Cina. Dalam tahun ini Cina sudah menaikan suku bunga sebanyak 6 kali untuk menekan laju pertumbuhan ekonomi, sekarang suku bunga di cina 7.47%. Selain itu penaikkan suku bunga juga bertujuan untuk menekan inflasi (naiknya harga barang karena banyaknya jumlah uang yang beredar sedangkan jumlah barang tetap).

Bayangakan,, Cina yang dulu bukan negara yang dipandang oleh negara lain. Negara tempat terjadinya perang saudara yang secara kasat mata belum berakhir sampai sekarang, negara tempat terjadinya berbagai pembantaian yang mengerikan, negara yang pernah dilanda kelaparan hingga menewaskan lebih kurang 30 juta orang, sekarang telah menjadi negara yang sangat maju, bahkan menyaingi Amerika Serikat.

Pemerintah Cina terkenal bengis dan bernai bertindak tegas dalam menghukum para koruptor, baru-baru ini ada seorang yang divonis mati karena korupsi beberapa miliar. Jadi pantas saja kalau ekonomi di Cina bagus, pasti sedikit sekali penyelewengan yang terjadi. Bagaimana dengan Indonesia?? Triliunan pun masih hidup bahagia..

Kapan Indonesia…..?