Kebersamaan AM 4-5 Oktober 2011 (Hari Pertama)

Setelah ribuan tetes keringat jatuh ke tanah untuk mempersiapkan acara ini tiba juga saat eksekusinya..

Pagi itu (4 Oktober 2011) kami diminta berkumpul pukul 07.00 di Syahdan, walaupun busnya di Anggrek, rencana panitia sih spare waktu 30 menit, jadi 07.30 bisa berangkat, tapi pada kenyataannya kita baru berangkat 08.00 karena harus nunggu dua oknum, sebut saja I dan Y..

Sepanjang jalan, kami, atau lebih tepatnya anak-anak yang duduk di belakang, berusaha bernyanyi. Tapi, kekecewaan pun terjadi ketika sang supir menghidupkan lagu (suaranya kalah), apalagi lagunya ga bisa diikutin nyanyi. Sampai akhirnya ada yang request supaya lagunya dimatikan. Hehe.

11.20 kami sampai di Nisita, disambut oleh 4 orang dari team advance yang sudah menyiapkan dari hari sebelumnya

Sampai di penginapan kamar sudah dibagi dengan beberapa orang ga dapet kamar (hukuman buat yang telat).. Selesai cari-cari kamar, kami berkumpul di aula. Acara kebersamaan itu saya buka dengan beberapa kata yang sangat singkat. Maka, dimulailah..

Pemanasan dimulai dengan “Love Wink” dimana kita harus membuat dua lapis lingkaran yang jumlahnya sama, di tengah ada seorang yang ngedipin mata ke seorang lingkaran dalam, seorang di lingkaran luar yang tepat di belakangnya harus menjaga orang yang dikedipin itu supaya ga lari ke tengah.

Sekejap dari itu, ada pembagian kelompok dengan permainan binatang-binatangan, masing-masing orang mengambil secarik kertas yang bertuliskan nama hewan, lalu harus mencari sejenisnya dengan ciri khas suara hewan tersebut. Saya dapet kambing, bersama Amy, Bryan, Yudi, Abraham dan sumbangan seekor macan, Felix, soalnya team kita kurang orang.. ๐Ÿ˜›

Permainan berikutnya “Titanic”. Di sini kita dikasih selembar kain, kain itu harus dilipet sekecil-kecilnya dan semua anggota team kita harus ada diatas kain itu. Waktu itu semua team hampir sama kecilnya, akhirnya jadi adu lama ada diatas kain masing-masing. Satu team keluar sebagai pemenang, sayangnya udah lupa team mana.. Heheh.

Perutpun sudah lapar, tapi.. Berikutnya bukan makan, masih ada satu game lagi, “Wave”. Kami dibagi menjadi dua team dengan cara suit, orang-orang yang menang berkumpul, begitu juga yang kalah, lalu menetukan seorang yang akan dikorbankan. Karena saat itu belum tahu bagaimana permainannya, terpilihlah Otto dan David. Setelah diberikan cara permainannya, menyesallah kedua team.. Kami harus memindahkan orang terpilih itu dari depan barisan ke belakang melewati atas tangan, dengan membuat wave..

Di game “Wave” team saya(menang suit) menang.. Karena kami memilih strategi yang benar, walaupun belum yang paling benar menurut panitia. Saya sempat melihat team sebelah salah strategi dan mengganti metode ditengah-tangah, jadi mereka makan waktu banyak.

Selesai game ini, yang ditunggu-tunggu tiba.. Makan ๐Ÿ˜€ Saking semangatnya makanannya cepat habis, sampai-sampai si pak supir dan keneknya ga kebagian, padahal mereka udah bilang. Jadinya kita kasih uang aja, suruh beli makan sendiri ๐Ÿ™‚

Selesai makan, saya, Otto, dan Yoshua pergi sebentar, kami ga ikut satu games, entah games apa, sepertinya ada hubungan dengan kata “Hai” dan “Hello”, kami ke penjaga pos Cibodas untuk bertanya-tanya ada objek wisata apa yang menarik di sekitar sana. Dengan pertimbangan tahun lalu AM 2010 sudah pernah ke Curug Cibeureum. Ternyata menurut penjaga pos, curug itu yang paling bagus, ada satu curug lagi, tapi kualitasnya kurang dari Curug Cibeureum. Keputusan mufakat diambil, kami teawalk ke Gunung Mas.

Kembali dari pejaga pos, kami bergabung dengan kawan-kawan yang lain ke acara “Hai – Hello” itu. Lalu main sedotan, permainan yang sudah beberapa kali saya ikuti, dan belum pernah berhasil. Sedotan dirangkai panjang diatas masing-masing telunjuk orang dalam satu team, lalu diturunkan bersama-sama, ga boleh ada yang lepas dari sedotan. Mungkin ga sih sebenernya? @-) Setelah semua kelompok berhasil, atau bisa disebut diberhasilkan, semua peserta diminta untuk siap-siap berangkat teawalk. Sayangnya ada seseorang yang ga ikutan teawalk, sebut saja C.. Hoho.

Berangkat..!! Perjalan ke Gunung Mas kira-kira setengah jam. Tiket masuknya 4.000 per orang dan busnya 10.000. Pemandangan yang aneh kami dapatkan, panas, tandus dan berdebu. Ternyata katanya sudah lama ga turun hujan, dan lagi ada regenerasi pohon teh, pohon-pohon yang sudah tua dicabut, umurnya sudah 50 tahun.

Tiba disana, bus parkir, kami kebingungan harus kemana, tidak seperti yang ada di bayangan kami. Untungnya ada seorang penjual layangan yang berubah profesi menjadi guide kami. Ada 3 paket: 4km, 8km, 10km. Karena cuaca cukup terik dan kedengarannya jauh, kami pilih yang 4km saja. Jalan, panas, aneh, tiba-tiba kita sudah kembali lagi ke lapangan dekat tempat awal.. Ini 4km ama 400m.

Setelah istirahat sebentar dan melihat Erik beratraksi Wushu, kami minta teawalk yang sesungguhnya pada sang guide. Akhirnya kita malah dibawa melewati “gurun debu” seperti di film-film cowboy, setiap langkah, debu-debu beterbangan. Melewati kebun teh yang sudah menjadi tumpukan batang dan akar, melewati secuil kebun teh yang masih hijau dan melewati jalanan yang begitu subur berkat kotoran kuda, dan tidak ketinggalan, panas..

Menyeberang jalan utama saat kami baru tiba ke Gunug Mas, kami lepas dari zona perang itu, kami mulai memasuki zona yang sewajarnya. Suasana mulai sejuk dan nyaman, panas matahari sudah tidak menyerap ke dalam sum-sum.

Terus berjalan, tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 17.00an. Kami kembali ke bus dan pulang. Rencananya mau nge-teh dulu di cafe di Gunung Mas, apa daya, dia tutup.

Di perjalanan kami mampir di sate kiloan PSK untuk menambah ransum BBQ. Setelah ditanya, ternyata yang dijual kiloan hanya sate kambing. Tapi, ya apa boleh buat, kami tetep harus nambah bahan, akhirnya kami beli sate ayamnya, 100 tusuk @2400 kalo ga salah, emang enak sih satenya..

Waktu kami lagi nunggu sate ternyata ada pasukan dari Jakarta (Pak Eddy, Pak Renan, Bani, Richard), janjian ketemu di sate PSK, Otto dan Esther yang nunggu dan ikut mobil sana. Ternyata mereka juga bawa ransum tambahan dari Jakarta ๐Ÿ™‚

Sampai di penginapan dengan waktu yang hampir bersamaan, peserta diminta dibiarkan memiliki sedikit waktu senggang untuk istirahat dan bersih-bersih.

Setelah itu, tiba waktu makan malam, “All You Can Eat”, rasa lapar para peserta dipuaskan dengan cara yang unik. Makanan ditaruh per-set dalam bentuk memanjang, orang-orang berdiri di kedua sisi makanan dan saling berpasangan. Setiap orang diberikan sebuah sendok, dan makan dengan menyuapi pasangan diseberangnya. Hahah. Sungguh kreatif.

Setelah makanan habis, acara dilanjutkan dengan makan lagi, kali ini BBQ. Terlihat ada dua kubu, kubu pemanggang dan kubu penusuk. Masing-masing bekerja dengan penuh konsentrasi dan dedikasi.. Ada juga saat dimana kami bernyanyi bersama dan foto-foto.

Selesai BBQ, masih ada satu lagi, terakhir untuk hari ini, “Love Notes”, tapi sebelumnya ada kejutan dulu untuk Risa yang belum lama berulang tahun. Lanjut ke “Love Notes”, disini peserta disediakan kertas kecil untuk menuliskan apapun, lalu dapat dimasukkan ke amplop dengan nama orang atau divisi yang dituju. Kesempatan menulis diberikan hingga hari esok, sebelum kami pulang. Acara hari ini telah selesai.. Tidur-tidur.. Besok harus bangun pagi ๐Ÿ˜€

Selanjutnya hari kedua..

Advertisements

Kebersamaan AM 4-5 Oktober 2011 (Preparation)

Kerbersamaan AM kali ini diadakan tanggal 4-5 Oktober 2011, bertepatan dengan Job Expo Binus, sehingga semua mahasiswa libur, tapi.. Kegiatan AM berjalan layaknya hari kerja seorang staff. Maka kami butuh ijin dari management untuk melangsungkan acara ini dan mentoleransi ketidakhadiran AM yang ikut acara ini.

Entah sejak kapan ide ini muncul, yang pasti keseriusan dalam menggarap acara ini baru tiba pada Senin, 19 September 2011 (2 minggu 1 hari sebelum eksekusi). AM level 2 dan 3 berkumpul untuk membuat kesepaktan waktu dan panitia acara ini. Saya diminta untuk menjadi PIC.

Sebenarnya sejak ada isu tentang acara ini, dalam hati sudah berkeinginan untuk menjadi pengurus karena sepikir saya acara kali ini akan menjadi yang terakhir untuk angkatan ini, mungkin juga untuk saya. Walaupun di sisi lain, saya sadar begitu banyak pekerjaan lain yang harus diurus.

Hari itu juga struktur panitia ditentukan dengan beberapa pertimbangan. Tapi panitia yang terpilih tidak langsung diumumkan karena ada beberapa orang yang masih bimbang, ada yang diantara dua kepanitiaan, ada yang ga bisa ikut acaranya, dan ada panitia tambahan. Delay beberapa hari, akhirnya fix juga.. Ini orang-orang yang terpilih itu:

PIC: Herwin Lesmana

Acara dan Survey:

  • Yoshua Norza (Koordinator)
  • Richard Kesuma
  • Gusyanto
  • Otto Oktavianus

Perlengkapan:

  • Tony Zhou (Koordinator)
  • Eric Handoyo
  • David Widjojo

Registrasi dan Transportasi:

  • Fransisca Adelia a.k.a. Chank (Koordinator)
  • Felix Joshua Wirawan
  • Mulia

Bendahara:

  • Kidsein (Koordinator)
  • Anggi Putra Gomis
  • Irene Felita

Persiapan juga dibantu oleh pihak-pihak lain yang tak kalah super, ada dari AM Management(Roi, Esther, Rori),ย team magang dari Atma Jaya(Crytalline, Risa, Alice), dari AM diluar panitia(Maestro, Hendro, Victor, Irfan, Amy, Idham, dll), dan yang belum tertuliskan.

Kalian hebat! ๐Ÿ˜€

Ok, lanjut ke persiapan. Karena waktu yang memang sudah mepet, survey pun langsung direncanakan hari Rabu, 21 September 2011 ke suatu tempat di Ciputat, Tangerang. Mobil kampus tak dapat, taksi pun jadi. Waktu itu ada Crystalline, Alice, David, dan Mulia yang berangkat dari kampus, Risa langsung ke lokasi karena tak jauh dari rumahnya.

Apa yang terjadi.. Team survey mendapatkan kalo tempat itu tidak belum layak.. ๐Ÿ™‚ Sedikit gambaran: sangat panas, kotor, kamar mandinya tanpa sekat (shower renang), banyak nyamuk, dan yang unik.. Kolam renang pizza ๐Ÿ˜› Akhirnya tempat ini pun kami buang dari pikiran kami. Yang ada adalah.. Harus Survey Lagi! Kapan? Kemana?

Pikir punya pikir, diskusi-diskusi, akhirnya ide muncul dari “Angels”, yaitu di Nisita, Puncak soalnya mereka sudah sering di sana. Karena itu di puncak, dan ga mungkin cepet, maka kami ambil hari Sabtu (24 September 2011) untuk survey ke sana. Pake apa ke sana? Mobil kampus sudah habis, taksi? Hahaha. Kami berpikir untuk sewa mobil. Tapi, pucuk dicinta ulam tiba, Crystalline menawarkan untuk survey bareng dengan kelompok Aikidonya. Saat itu juga muncul pikiran, bagaimana AM akan ke sana? Bus kampus? Sewa bus? Anggarannya berapa?

Sabtu, 24 September 2011 pagi akhirnya kami (saya, Otto, David, Irfan) berangkat ke kost Crystalline untuk berkumpul dan berangkat dari sana. Berangkat kira-kira 06.30, perjalanan agak tersendat, sampai di puncak kami makan siang di Bumi Aki Puncak, survey ke beberapa tempat (kurang lebih 6), makan malam di Chinese food restaurant di Bogor, lalu pulang sampai di Jakarta kembali kira-kira pukul 20.00. Keputusan diambil, Nisita, dengan pertimbangan lapangan yang memadai untuk team building, ada aula, makanan terjamin, dan tentunya harga yang terjangkau.

Minggu, 25 September 2011 malam saya bersama Yoshua, Risa, Crystalline, dan Alice mulai merancang rundown dengan media Google Docs sampai lewat tengah malam. Sebagian besar susunan acara telah tergambar. Hari-hari berikutnya rundown beserta perlengkapan yang dibutuhkan terus disempurnakan oleh Divisi Acara bersama Angels.

Selasa, 27 September 2011 kami mengadakan rapat. Agendanya: mengumumkan lokasi yang sudah dipilih, menyebarkan rundown yang sudah ada, menghitung estimasi budget, perlengkapan, transportasi dan registrasi, koordinasi antar divisi. Dari hasil rapat, diputuskan investasi per orang Rp. 150.000. Bus kampus tidak dapat dan harus menyewa bus. Harus ada team untuk survey bahan BBQ dan perlengkapan. Registrasi dimulai hari ini sampai besok.

Situasi sudah agak ruwet saat itu. Banyak hal yang perlu dipikirkan, lebih banyak lagi yang perlu diurus, dan sangat banyak yang perlu dilakukan untuk acara ini, belum lagi untuk kerjaan. Hampir setiap hari saya pulang jam 20.30. Saya sudah sangat berharap untuk bisa cepat melewati tanggal 5 Oktober 2011, bebas..

Rabu, 28 September 2011, kabar tentang daftar peserta sudah ada. Wow! 19 orang tidak ikut. Jujur saat itu saya agak down, karena motivasi awal saya adalah ini acara kebersamaan terakhir, harus sukses, harus ikut semua, dan harus berkesan. Terpikir untuk mengundur saja acara ini karena terkesan terlalu dipaksakan. Kami (saya, Chank, David) berdiskusi dengan AM Management (Esther dan Rori) mengenai AM yang tidak ikut, dan besoknya ada hasil bahwa acara tetap berjalan. Perasaan campur aduk, sebenarnya berharap dibatalkan saja, tapi kenyataannya harus berjalan. Maka lakukan saja yang terbaik dengan kondisi yang ada!

Thanks to God! Walaupun dengan perjuangan yang mati-matian, near death experience *lebay* ini bener-bener buat saya sadar betapa nyamannya hidup sehari-hari saya, sangat banyak hal yang bisa disyukuri. Betapa baiknya teman-teman yang saya miliki, orang-orang yang ada di sekitar saya. Betapa care dan tulusnya mereka.. ๐Ÿ™‚

Hari berikut datang kabar baik bahwa biaya transportasi dan perlengkapan games team building akan diserap oleh Binus. Woaaa.. Udara sejuk terasa.. Soalnya transportasi itu sendiri lebih mahal daripada biaya inap. Chank sudah mendaptkan bus yang akan dipakai, Blue Star, 59 seat, menginap :-bd

Jumat, 30 September 2011. Seharusnya hari ini pembayaran penginapan dilunasi. But, you know what?! Mereka ga mau ditransfer, harus bayar di kantor.. *)(#@&*! Pembayaran diundur sampai besok Sabtu. Untung ada Mulia dan Kidsein yang bersedia bantu bayar ke kantor dia di Cempaka Putih pagi-pagi sebelum kuliah. Fiuuh..

Divisi Perlengkapan kejatuhan banyak order. Berbagai perlengkapan games dan BBQ. Pinjam sana sini, belanja, dll. Sampai-sampai malam minggu pun mereka masih mengurus ini. Sungguh kerja keras yang luar biasa, mengagumkan!

Sabtu, 1 Oktober 2011. Transportasi bus sudah completed. Transportasi team advance (Avanza + driver) juga sudah dikonfirmasi ulang, pembayaran dilakukan di TKP. BBQ terancam batal karena kita kekurangan alat panggang dan ice box untuk membawa bahan mentah BBQ.

Minggu, 2 Oktober 2011. Dapat kabar bahwa alat panggang sudah mencukupi, saya dan Tony pergi belanja bahan BBQ dan perlengkapan games ke Superindo Daan Mogot. Agak buru-buru waktu itu karena saya harus menjemput orang tua saya di bandara.

Semakin dekat….

Senin, 3 Oktober 2011. Kabar buruk datang, alat panggang yang tadinya dikira ada ternyata tidak dapat dipinjam.. Untungnya ada Eric, organisasi Wushu yang dia ikuti ternyata punya banyak alat panggang, ada 8, jadi kami pinjam 3, dan 1 alat panggang dari Ko Roi.

Hari ini juga ada meeting terakhir, kami membicarakan tentang kepastian acara trekking yang akhirnya diisi dengan tea walk ke Gunung Mas, transportasi yang harus standby di kampus Anggrek, peralatan-peralatan yang belum lengkap, yang akan dibawa duluan oleh team advance, strategi di hari eksekusi, dan koordinasi team advance.

Ice box yang belum ditemukan itu akhirnya dapat dari Coza. Dan baru diambil sekitar pukul 17.00, tepat sebelum team advance (Otto, Rori, Crystalline, Risa) berangkat. Ice box tersedia, beli es dan spidol, masuk-masukin bahan, team advance berangkat pukul 18.00.

Print-print rundown dan daftar peserta bersama Maestro. Kelegaan mulai terasa.. Eksekusi tinggal hitungan jam. Hampir segala sesuatu sudah siap dan berjalan dengan baik. Saya malah jadi semakin bersemangat! Persiapan yang luar biasa! LUAR BIASA!

Banyak hal yang saya perlajari dan baru saya sadari ketika mempersiapkan acara kebersamaan ini.

Kesabaran, rasa syukur, persahabatan, kasih, dukungan, kerja keras, ketulusan, pengorbanan, harapan, semangat, kerendahan hati, hormat…

Terima kasih kawan-kawan. Terima kasih ๐Ÿ™‚

(Semester 3) UTS Part 2

UTSย  – Kalkulus 2 – 16 November 2009 (Day 2)

Belajar ujian kalkulus dimulai Sabtu, 14 Nov 2009. Acara kali ini dihadiri Ferry, Felix, Stephanie, Yusti, dan Gibson.
Waduh gw udah ga gitu inget nih.. >.< Kalau ga salah, belajar kita mulai pagi jam 10, dan tentu saja, ngaret.. Yang pertama dateng Step, disusul Ferry dan Felix beberapa detik kemudian lalu Yusti dan Gibson.

Ok.. Belajar… Kita belajar pake bahan dari Pak Entjie, dosen kalkulusnya PNT, soalnya kata Yusti, bahannya udahย  mantep. Hahah. Gw juga belejar dari sana, soalnya gw ga merhatiin pas di kelas, atau mungkin lebih tepatnya ga nangkep waktu dijelasin.

Beberapa jam kemudian… (sekitar jam 2)

Mulai terdengar kata “makan” dan “laper”. Kita makan deh di Bakso Botak. Gibson sama Felix naik motor, soalnya dia orang mau duluan, mau fotokopi. Waktu di BaBot Step sedang dalam dilema, antara pergi nonton atau ngga. Dia mau nonton “2012” sama keluarganya. Jemputanpun sudah jalan(iya ga ya..). Tapi karena “hasutan” dari Yusti,, ga jadi deh. Tapi beruntung, tiket habis.. =P

Pulang BaBot Ferry mau lewat “luar”, lho.. koq si Gibson sama Felix ikutin, padahal ga bawa helm. Akhirnya dia orang muter balik deh. Kita sampe duluan di rumah, padahal dia naik motor, kita juga jalan kaki dulu dari rumah Ferry, koq bisa lebih lama. Ternyata dia orang beli 5 “bola” –> 1 Semangka @3k/kg dan Duren 4 = 50k. Dasyat…! Sampe sekarang semangka sama durennya masih ada -_-!

Sudah diprediksi kalau abis keluar makan gini, pasti susah mau belajar lagi, sedikit banyak ada benernya sih.. Akhirnya acara hari ini bubar +/- jam 18.30.

Hari kedua, Minggu, 15 Nov 2009. Rencana mulai jam 12 soalnya pikiran mau ke gereja dulu jam 10, tapi akhirnya gw ke gereja jam 7.30, soalnya gw baru tau ada Manny Pacquiao mau tanding jam 9. Hahah. Jam 12.. Belum ada yang dateng.. Beberapa menit kemudian (+/- 60menit) Yusti dateng, trus Step dengan membawa Twister ungu, trus Ferry dan Gibson. Felix ga dateng..

Belajar lagi, menyelesaikan soal-soal yang kemaren, dan tambahan soal-soal baru. Sampe sore sekitar jam 4,, Step, Yusti, sama Gibson blom makan, jadi kita pesen bakmi Entjie enci depan THI. Si Gibson melahap +/- 7 bongkah duren abis makan mie. Semangka dipotong dan dibagi-bagi.. Belajar sedikit lagi… Soal-soal dari Pak Zahedi ada yang ga ketemu jawabannya, bikin kesel.. >.< Selesai… Bubar..Tapi setelah gw liat-liat lagi, ga ketemu jawabannya cuma gara-gara salah itung, dan salah cara, setelah gw tau, jadi bisa deh.

Hari H, Senin, 16 Nov 2009. Ujian jam 3, kita belajar dulu di Binus. Kita pergi jam 10an. Trus di jalan ujan gede, untung aja peginya pagian, soalnya banyak banjir, sampe kita harus muter jadi lewat Batu Sari (tadinya mau lewat belakang Anggrek, banjir tapi). “Hujan berkat, kalkulus A.” Hahah. Isu-isu mengenai materi-materi yang bakal muncul bikin panik, padahal gw belom belajar sebagian bahan-bahan itu, soalnya susah lagi. Untung pas ujian soalnya ga susah-susah amat, seengganya perjuangan ga sia-sia, malah sia-sianya gara-gara udah panik belajarin yang susah-susah. Pulang ujian ke TA, mau nonton, tiket abis, jadi makan aja deh.. Ada Chris, Vane, Yus, Yusti, Gibson, Felix, Ferry, Cler, Mario.

UTSย  – Bahasa Inggris 2 – 18 November 2009 (Day 3)

Bahasa Inggris tidak terlalu dirisaukan, ga ada belajar bareng buat ujian ini. Gw sendiri mulai belajar jam 9 malam. Dan gw menyesal >.< Soalnya bahan ujiannya ga sesedikit yang gw kira, jadi gw ga bener-bener bisa belajarnya. Hari H belajar di Binus lagi, pergi +/- jam 11. Kita (Gw, Felix, Ferry, Cler) belajar di perpus, di ruang terbukanya. Gw melanjutkan belajar kemaren(subuh tepatnya) yang belum selesai. Hebatnya, si Felix udah ngafal soal-soal di buku TOEFL. Ckckck. Ujian gw ga gitu yakin, tapi cukup yakin, semoga A. =D Selesai ujian sebagian makan(Chris, Vane, Step, Cler, Yusti, dkk), sebagian ke Sigma(Gw, Felix, Ferry, Mario), beli bahan ujian selanjutnya, mempersiapkan 3 hari combo(PBO, MPP, PAA).