BBM Naik? Pilih Rakyat Atau Negara Sengsara? (Pro)

Untuk lebih jelasnya silahkan klik gambar.. (kaskus-sindo)

Gambar tersebut memperlihatkan data harga BBM di beberapa negara pada tanggal 22 April 2008 terlepas dari pendapatan per kapita tiap negara.

Grafik garis pada bagian bawah memperlihatkan kenaikan harga BBM di Indonesia.

BBM di Indonesia masih tergolong murah dibanding negara-negara lain.

Sedikit kutipan dari Sindo :
Harga minyak mentah di pasar internasional sudah mencapai rekor baru,menembus USD132 per barel. Itu artinya harga minyak sudah naik dua kali lipat lebih hanya dalam tempo 12 bulan. Para analis, bahkan Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC),memprediksi harga minyak akan mencapai USD140 per barel dalam jangka dekat.

Dengan rancangan anggaran yang dibuat tidak untuk harga minyak dunia yang gila-gilaan seperti sekarang ini. Subsidi untuk BBM tentunya sudah tidak cukup lagi. Apa Anda masih merasa pemerintah tidak pantas untuk menaikan harga BBM?

Tapi, mungkin ada dari Anda yang bertanya-tanya.. Indonesia kan juga negara penghasil bahkan pengekspor minyak (OPEC) kenapa Indonesia malah sampai mengimpor minyak? Indonesia menghasilkan minyak 1.000.000 BPD (Barel Per Day), dan konsumsinya 1.200.000 BPD, jadi Indonesia harus mengimpor 200.000 BPD.

Kalau kita asumsikan harga minyak dunia US$130/barel dengan kurs 9300/US$:
200.000(barel/hari) * 130(US$/barel) * 9300(Rp/US$) = Rp241.800.000.000/hari

Lalu kenapa Indonesia masih mengekspor minyak kalau kebutuhan sendiri sudah tidak tercukupi?
Indonesia sudah merencanakan untuk keluar dari OPEC.

Banyak sekali pro-kontra mengenai kenaikan harga BBM kali ini. Untuk kali ini saya membahas pandangan pro atas kenaikan harga BBM. Dalam waktu dekat saya akan memberikan pandangan kontra atas kenaikan harga BBM ini.

Saya sendiri masih bingung antara harus pro atau kontra dengan kenaikan harga BBM ini. Bagaimna dengan Anda?

Nasib BBM Tahun 2008

Pemerintah berjanji untuk tidak menaikkan lagi harga BBM. Memang benar harga BBM tidak naik, hanya saja peraturan mengenai BBM berubah, subsidi BBM dicabut, yang ujung-ujungnya menjadi kedok kenaikan harga BBM.

Berikut ini kenaikan harga BBM per liter:
Premium oktan 88(Rp.4500) dihapuskan, diganti dengan premium oktan 90(Rp.6500)
Pertamax Rp.6950 naik menjadi Rp.7500
Pertamax Plus Rp7.150 menjadi Rp7.850
Continue reading