Komet Lulin, Sekali Seumur Hidup

comet-lulinLangit malam awal pekan ini akan diramaikan dengan kunjungan Komet Lulin untuk pertama kalinya sepanjang sejarah pengamatan astronomi ke pusat tata surya. Komet tersebut akan berada pada jarak terdekat dengan Bumi dan ada kemungkinan dapat diamati dengan mata telanjang.

Cahaya hijau yang dipancarkannya merupakan daya tarik komet Lulin. Warna tersebut berasal dari gas yang menyelimuti atmosfernya. Gas yang memancar dari inti komanya mengandung cyanogen (CN), jenis gas beracun yang banyak terkandung dalam komet, dan diatom karbon (C2). Keduanya menyala hijau saat terpapar cahaya Matahari di ruang hampa.

Pada Selasa (24/2), jarak terdekat dengan Bumi pada 0,41 unit astronomi (jarak Matahari-Bumi) atau 160 kali jarak Bumi-Bulan, yakni sekitar 61 juta kilometer. Meski berada pada jarak terdekat dengan Bumi, komet tersebut tidak membahayakan. Racun cyanida dan diatom karbon yang memancar hijau dari permukaannya juga tak akan sampai masuk atmosfer Bumi karena saking jauhnya.

Saat mendekati pusat tata surya, panas Matahari telah memanaskan permukannya yang terdiri dari campuran debu, gas, dan es. Hasil pengamatan NASA menunjukkan, komet tersebut melepaskan uap air ke ruang angkasa yang setara dengan air sebanyak satu kolam renang bersatndar Olimpiade setiap 15 menit.

Continue reading

Advertisements

Gerhana Matahari 26 Januari 2009

Fenomena alam menarik akan kembali terjadi di Indonesia. Bagi yang tidak ingin melewatkannya, ingat pada tanggal 26 Januari 2009 akan terjadi Gerhana Matahari Cincin (GMC).

Gerhana Matahari Cincin kali ini juga akan menjadi istimewa karena hanya akan melewati permukaan daratan hampir di seluruh wilayah  Indonesia saja. Sehingga peristiwa langka ini bisa menarik para pecinta atau pengamat astronomi dari luar negeri untuk mengabadikannya.

Jalur lintasan Gerhana Matahari Cincin dimulai dari Samudera Hindia sekitar selatan perairan benua Afrika pada pukul 06.06 GMT (13.06 WIB) kemudian menelusuri Samudera Hindia, daratan Sumatera bagian Selatan, Jawa paling barat, Kalimantan Barat-Tengah-Timur, sebagian propinsi Gorontalo sebelum berakhir di perairan Selatan Mindanao, Philipina pada pukul 09.52 GMT (16.52 WIB) wilayah indonesia yang pertama kali kontak dengan sentral gerhana adalah pulau Engganau Puncak gerhana dimana bayang-bayang bulan akan menutupi 92,82% permukaan matahari pada pukul 08.00 GMT. (15.00 WIB) yang berada tengah Samudra Hindia.

Secara umum Gerhana Matahari Cincin  kali ini akan terjadi pada sepanjang 14500 km dengan lebar jalur bayang-bayang bulan yang menutupi sinar matahari selebar 280 km atau melewati 0,9% luas seluruh permukaan bumi dengan lama gerhana 3 jam 46 menit.

Bagi yang ingin menikmati Gerhana Matahari Cincin, dapat mencari tempat terbaik yaitu tempat yang dilewati Gerhana Matahari Cincin  secara sentral. Di Sumatara (Pulau Enggano, Bandar Lampung, Pringsewu, Kota Bumi, Tanjung Karang, Gunungsugih, Batu Raja, Kalianda, Bakahuni,  G.Krakatau, Pulau Belitung dll.), di Jawa (Merak, Serang Banten dll.), di Kalimantan (Pangkalanbun, Palangkaraya, Muarateweh, Tanjungredep, Batuputih, Samarinda, Bontang dll.), di Sulawesi (Tolitoli, Ogatua dll.). Tempat-tempat lain di Indonesia mulai dari Sabang sampai Meraoke bisa melihat kejadian ini, walaupun hanya melihat gerhana sebagian saja,  tidak presisi seperti pada kota-kota yang dilintasi secara sentral tersebut.

Gerhana matahari terjadi apabila bulan menutupi atau menghalangi cahaya matahari yang menuju ke bumi. Dimana posisi bulan terletak di antara bumi dan matahari. Gerhana matahari ada tiga jenis, yaitu gerhana matahari total, gerhana matahari cincin dan gerhana matahari sebagian. Gerhana matahari total apabila pada saat kejadian gerhana diameter bulan lebih besar dari pada diameter matahari sehingga matahari bisa tertutup secara kesuluruan, kemuadian gerhana matahari cincin, terjadi apabila pada saat kejadian gerhana, diameter bulan lebih kecil dari diameter matahari sehingga tidak tertutup secara keseluruan dan membentuk sebuah cincin yang melingkar, sedangkan gerhana matahari sebagian dimana bulan tidak presisi untuk menutupi matahari, sehingga matahari terlihat sebagian saja. Semi diameter (jari-jari angular) bulan pada saat Gerhana Matahari Cincin kali ini adalah 00 14’ 51.6” sedang semi diameter (jari-jari angular) matahari 00 16’ 14.6” karena semi diameter bulan lebih kecil dari pada semi diameter matahari, maka gerhana kali ini disebut Gerhana Matahari Cincin

Masyarakat yang hendak melihat gerhana tidak boleh langsung menatap matahari, karena dapat merusak penglihatan oleh karenanya harus menggunakan peralatan pengaman seperti kamera berfilter atau peralatan lainnya seperti film negatif beberapa lapis, film dalam disket, kaca mata las dll.

Gerhana Matahari Cincin pada hari Senin tanggal 26 Januari 2009, hanya bisa disaksikan di Indonesia

Lintasan Gerhana Secara Global

se2009jan26a

Lintasan Gerhana Secara Global dalam Animasi
se2009jan26aanms

Lintasan Gerhana di Indonesia

gmc-indonesia

Lintasan Gerhana di Sumatra dan Jawa

gmc-sumatra-jawa

Lintasan Gerhana di Kalimantan dan Sulawesi
gmc-kalimantan-sulawesi


Sumber: Nunia2008’s Weblog

Perseids Meteor Shower (Agustus 2008)

Senin-Selasa, 11-12 Agustus 2008

Perseids Meteor Shower @ 23.00 WIB – Subuh

Malam ini (Senin malam) 11 Agustus menjelang tengah malam hingga Selasa dinihari menjelang Subuh langit akan disuguhi tontonan spektakuler yaitu hujan meteor. Hujan meteor yang dikenal dengan nama Perseids Meteor Shower akan turut menyemarakkan HUT RI ke-63 tahun ini. Dinamakan Perseids karena meteor ini seolah berasal dari Rasi Perseus. Perseids merupakan salah satu fenomena hujan meteor terbesar setiap tahunnya. Asal meteor shower Perseids disebabkan oleh sisa-sisa debu ekor komet 109P/Swift-Tuttle yang pertama kali teramati pada tahun 1862. Swift-Tuttle begitu legendaris karena pada 14 Agustus 2126 diramalkan bakal berbenturan dengan Bumi. Perseids dapat menampakkan 80 – 100 meteor setiap jam saat ‘peak’ pada malam ini serta kecepatannya yang mencapai 60 km/detik menjadikan shower ini terlihat bergerak lebih cepat dibanding meteor lain. Shower ini juga dikenal dapat menghasilkan goresan cahaya yang panjang terutama jika ia berada cukup jauh dari radiantnya. Pandangalah ke arah area Langit Utara agak rendah sebab radiant shower ini berada di Rasi Perseus. Terbit di arah Timur Laut sekitar pukul 11 malam. Cahaya bulan kali ini memang cukup mengganggu kenampakan Perseids dikarenakan mendekati fase purnama. Namun jangan khawatir menjelang pukul 02:00 dinihari Bulan akan tenggelam di Langit Barat dan langit kembali akan gulita. Rasi Orion yang menawan di Timur akan menemani anda dalam pengamatan. Shower ini dapat disaksikan mulai pukul 22.00 malam sampai pagi sebelum langit terang. Segera cari tempat gulita, berbaringlah rileks, konsentrasi dan nikmatilah pertunjukan Perseids kali ini. Jangan lupa hitung berapa meteor yang dapat anda saksikan malam ini.

By: Mutoha

Southern Delta Aquarids Meteor Shower

Minggu-Senin, 27-28 Juli 2007
Southern Delta Aquarids Meteor Shower @ 21:00 WIB – 04:00 WIB
Southern Delta Aquarids (SDA) adalah meteor shower yang dapat diamati mulai pertengahan Juli hingga pertengahan Agustus dan mencapai puncaknya pada 27/28 Juli. Asal muasal shower ini masih misterius namun diduga berasal dari reruntuhan komet 96P/Machholz- 2. Radiant atau pusat shower berada di Rasi Aquarius yang baru terbit di Timur setelah matahari terbenam. Saat puncaknya shower ini dapat menghasilkan sampai 20 meteor tiap jam dengan kecepatan mencapai 41 km/dt. Tahun ini kenampakan shower SDA merupakan berita yang baik, sebab pada malam kenampakan Bulan sedang pada fase bulan tua dan baru terbit lepas tengah malam. Sehingga kenampakan meteor shower ini cukup menjajikan. Waktu terbaik untuk pengamatan adalah sekitar tengah malam sampai menjelang pagi. Nah tunggu apalagi persiapkan segalanya untuk menikmati pertunjukan ini. Happy watching.

By: Mutoha Arkanuddin