Pendakian Gunung Gede via Putri, 24 – 26 Juni 2016

Setelah sekian lama berpikir untuk naik gunung Gede, ngajakin temen pada ga mau atau ga bisa, akhirnya tiba juga saatnya.

Berawal dari ajakan temen untuk share cost, tanpa pikir terlalu panjang (masih panjang), saya memutuskan untuk ikut. Di hari-hari terkahir sempat ada keraguan, soalnya cuaca tak kunjung membaik, harusnya masih musim kemarau tapi hujannya heboh-heboh, terbukti Jumat malam di meeting point kita, Untar, banjir.. Tapi keputusan sudah dibuat, lagipula.. Kapan lagi. Let’s Go! 😎

Perjalanan kali ini isinya 13 orang, saya hanya kenal 3 diantaranya, sisanya baru bertemu di trip ini. They’re nice and funny! 😁😁

Perjalanan dimulai Jumat malam, 24 Juni 2016

Sebagian peserta kumpul di Untar untuk berangkat sama-sama ke Terminal Kampung Rambutan (kita ke Cibodas naik bus), sebagian langsung ke terminal. Saya termasuk yang kumpul di Untar. Rencana kumpul jam 20.00, karena hujan, becek, macet, dll rencana tinggal rencana.

Tadinya kirain bakal rame yang kumpul di Untar, ternyata hanya 6 orang. 3 termasuk saya naik Uber, 3 yang lain naik Transjakarta. Langsung nyelup banjir untuk menghampiri Uber yang kita pesan, jalan. Perjalanan ga begitu macet, ke Kampung Rambutan ga ada 1 jam. Menunggu yang lain, menunggu, dan menunggu.. Kira-kira jam 12an malam kita baru full team dan siap berangkat.

Indomaret Kp. Rambutan

Mau naik bus Marita (full AC) yang nyaman tapi ga jadi, kenapa ya.. Akhirnya kita naik bus Doa Ibu, 5 menit pertama masih OK lah, selanjutnya cukup menyiksa. Tanpa AC, angin malam langsung menghajar muka, penumpang full sampai banyak yang berdiri, plus dangdut saweran sepanjang jalan.

Sekitar jam 3 pagi kita sampai di lokasi drop off, sewa angkot, naik ke base camp “Abah”, istirahat.

Sabtu, 25 Juni 2016

Pagi. Dingin mulai terasa. Beberapa orang yang sudah ga tahan, pergi ke warung untuk makan Indomie, beberapa sabar menunggu nasi goreng yang tak kunjung tiba, nasi goreng lada yang membakar tenggorokan ditemani teh manis hangat.

Suasana Pagi Basecamp Putri

Selesai makan, packing ulang, bagi-bagi sleeping bag, matras, dan logistik. Berangkat! Kita rombongan terakhir yang naik pagi itu, karena memang pendakian lagi sepi di bulan puasa ini, dan kita ngaret. Hehe.

Full Team

Pendakian dimulai jam 8an, melewati perkebunan, lalu masuk ke hutan. Saya sudah tidak memperhatikan jam maupun pos-pos yang kami lalui. Tujuan kami adalah Surya Kencana, suatu lembah luas dihiasi oleh tumbuhan edelweiss.

Kira-kira kami sampai di Surya Kencana jam 3 sore, setelah menempuh 6 jam perjalanan melalui track dengan kontur 97.5% tanjakan 💪

This slideshow requires JavaScript.

Sampai di Surya Kencana, kami istirahat sebentar, untuk selanjutnya berjalan lagi ke lokasi dimana kami akan mendirikan tenda di dekat sumber air.

Kemah

Selesai tenda didirikan, beres-beres, ada yang langsung masuk ke tenda dan ga keluar-keluar lagi sampai esok hari 😅

Sisanya masak-masak dan makan malam. Kebetulan saya satu tenda dengan ibu koki, tenda kami hamburan logistik. Hidangan malam ini cukup banyak, ada Ma Ling digoreng dengan telur, sosis*, nasi, mie instan, abon sapi, kremes, perkedel jagung**, dan tidak ketinggalan seduhan jahe dengan gula merah 😋😋

** Perkedel jagung gagal karena salah beli jagung, kita beli jagung creamy

* Sosis Farmhouse sensasional. Sosis ini sukses memperlancar pencernaan 3 orang yang melahapnya. Sebenarnya ada yang curiga dengan rasa sosis ini, “Kok rasanya agak asam ya?”, tapi ada yang dengan penuh keyakinan menjawab “Sosis Farmh*use memang seperi ini, agak asam”. Jadilah sosis itu dimakan sampai habis.

Malam setelah makan, kira-kira pukul 21.00 sebagian besar diantara kami sudah meringkuk di dalam tenda. Saya bersama 2 orang teman lain keluar untuk melihat dan mencoba mengabadikan keindahan bintang-bintang di langit. Angin kencang dan udara super dingin ikut menemai kami.

This slideshow requires JavaScript.

Kembali ke tenda dan mencoba tidur. Tidak nyenyak tidur malam itu, dimulai dari adanya teriakan-teriakan “Dimcil! Dimcil!” yang sukses membangunkan hampir semua orang jam 1 malam, angin dingin yang berhasil masuk ke tenda kami, teman satu tenda yang mual-mual, dan waktu tidur yang terlalu cepat. Biasanya di Jakarta baru tidur jam 12an, di sini mulai tidur jam 9an, jam 4 pagi saya sudah bangun dan ga tau mau ngapain, gelisah sendirian sementara yang lain masih tidur 😐

Ok, akhirnya matahari terbit, teman-teman juga sudah mulai bangun. Kami tidak ada rencana mau lihat sunrise, jadi pagi itu dihabiskan di sekitar / di dalam tenda. Ada yang pergi foto-foto, ada yang masak, dan ada yang nungguin masakannya jadi. Pagi ini kami makan nasi goreng, buncis pocari, dan sarden. Ditemani teh manis hangat dan coklat panas.

Selesai makan, kami naik ke puncak Gede. Lagi-lagi ketemu tanjakan, rasanya semua energi yang didapat dari makan barusan langsung habis.

Puncak Gede Kawah Gede

Perjalanan turun dimulai, dari puncak Gede kami turun ke tenda lagi, beres-beres, minum energen, packing, pungut sampah. Jalan. Kami rombongan terakhir yang turun. Terima kasih alun-alun surken sudah memberi kami tumpangan dan air bersih.

Surya Kencana

Perjalanan turun tidak terlalu berat seperti waktu naik. Perjalanan kami kurang lebih 4 jam, mulai turun jam 2an siang, sampai di pos simaksi sekitar jam 6 sore. Track turun dari pintu Surya Kencana sampai ke pos 3 agak licin karena batu-batu kerikil, selanjutnya sudah enak. Hujan turun saat kami di perjalanan ke pos 3.

Hujan Gn. Gede

Setengah perjalanan turun harus menggunakan senter karena cahaya matahari sudah redup. Sampai di base camp “Abah” kami sudah disambut nasi goreng dan teh manis hangat. Makan, bersih-bersih, ganti baju, bayar ongkos-ongkos. Sebagian dari kami pulang dijemput dengan mobil pribadi, sebagian termasuk saya pulang kembali ke Kp. Rambutan dengan ojek + bus + uber, kali ini kami naik bus Marita, lebih nayaman dengan tarif yang sama, 25.000.

Sekian petualangan kami ke Gunung Gede.
Terima kasih teman-teman, semoga lain kali bisa pergi bareng lagi.
Terima kasih semuanya 🙂

O Lord my God, When I in awesome wonder,
Consider all the worlds Thy Hands have made;
I see the stars, I hear the rolling thunder,
Thy power throughout the universe displayed.

How Great Thou Art.

Selain catatan perjalanan, saya juga menulis tentang pelajaran yang saya dapat dari pendakian kali ini, silahkan dinikmati “Lessons Learned dari Pendakian Gunung Gede“.

Credit: foto para peserta.

30 Kunci Membuat Hidup Anda Lebih Baik

Randy Pausch, 47 tahun, seorang dosen ilmu komputer dari Universitas Mellon, United States meninggal akibat kanker pankreas yang dideritanya pada 2008 silam. Di akhir hidupnya ia menulis sebuah buku yang berjudul “The Last Lecture” (Pengajaran Terakhir) yang menjadi salah satu buku best-seller di tahun 2007. Apa yang menjadi warisan yang ditinggalkannya?

Di dalam sebuah surat untuk istrinya, Jai, dan anak-anaknya, Dylan, Logan dan Chloe, ia menuliskan secara indah mengenai ‘panduan menuju kehidupan yang lebih baik’ untuk diikuti istri dan anaknya. Semoga Anda diberkati melalui tulisan ini.

KUNCI UNTUK MEMBUAT HIDUP ANDA LEBIH BAIK

PERSONALITY:
1. Jangan membandingkan hidup Anda dengan orang lain karena Anda tidak pernah tahu apa yang telah mereka lalui
2. Jangan berpikir negatif akan hal-hal yang berada diluar kendali Anda, melainkan salurkan energi Anda menuju kehidupan yang dijalani saat ini secara positif
3. Jangan bekerja terlalu keras, jangan lewati batasan Anda
4. Jangan memaksa diri Anda untuk selalu perfect, tidak ada satu orang pun yang sempurna
5. Jangan membuang waktu Anda yang berharga untuk gosip
6. Bermimpilah saat anda bangun (bukan saat tertidur)
7. Iri hati membuang-buang waktu, Anda sudah memiliki semua kebutuhan Anda
8. Lupakan masa lalu. Jangan mengungkit kesalahan pasangan Anda di masa lalu. Hal itu akan merusak kebahagiaan Anda saat ini
9. Hidup terlalu singkat untuk membenci siapapun itu. Jangan membenci
10. Berdamailah dengan masa lalu Anda agar hal tersebut tidak menganggu masa kini
11. Tidak ada seorang pun yang bertanggung jawab atas kebahagiaan Anda kecuali Anda
12. Sadari bahwa hidup adalah sekolah, dan Anda berada di sini sebagai pelajar. Masalah adalah bagian daripada kurikulum yang datang dan pergi seperti kelas aljabar, tetapi pelajaran yang Anda dapat akan bertahan seumur hidup
13. Senyumlah dan tertawalah
14. Anda tidak dapat selalu menang dalam perbedaan pendapat. Belajarlah menerima perbedaan

COMMUNITY:
15. Hubungi keluarga Anda sesering mungkin
16. Setiap hari berikan sesuatu yang baik kepada orang lain
17. Ampuni setiap orang untuk segala hal
18. Habiskan waktu dengan orang-orang di atas umur 70 dan di bawah 6 tahun
19. Coba untuk membuat paling sedikit 3 orang tersenyum setiap hari
20. Apa yang orang lain pikirkan tentang Anda bukanlah urusan Anda
21. Pekerjaan Anda tidak akan menjaga Anda di saat Anda sakit, tetapi keluarga dan teman Anda. Tetaplah berhubungan baik

LIFE:
22. Jadikan Tuhan sebagai yang pertama dalam setiap pikiran, perkataan, dan perbuatan Anda
23. Tuhan menyembuhkan segala sesuatu
24. Lakukan hal yang benar (jangan menahan kebaikan)
25. Sebaik/ seburuk apapun sebuah situasi, hal tersebut akan berubah
26. Tidak peduli bagaimana perasaan Anda, bangun, berpakaian, dan keluarlah!
27. Yang terbaik belumlah tiba (selalu punya harapan)
28. Buang segala sesuatu yang tidak berguna, tidak indah, atau mendukakan
29. Ketika Anda bangun di pagi hari, berterima kasihlah pada Tuhan untuk itu
30. Jika Anda mengenal Tuhan, Anda akan selalu bersukacita.

So, be happy 🙂

Ingat, kita hadir untuk membagikan hal-hal baik!

Perubahan Suku Bunga Acuan Menjadi Seven Days Reverse Repo Rate

Bank Indonesia (BI) mengumumkan perubahan kebijakan moneter berkaitan dengan suku bunga acuan. Mulai 19 Agustus 2016, instrumen suku bunga acuan tidak lagi menggunakan BI Rate. Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo mengatakan, seven days reverse repo rate akan menjadi suku bunga acuan utama di pasar keuangan.

“Seven days reverse repo rate akan menjadi acuan utama di pasar keuangan. Kedua, BI akan memperkuat transmisi kebijakan moneter lewat suku bunga di pasar keuangan dan perbankan,” ujar Agus dalam jumpa pers di Gedung BI, Jakarta, Jumat (15/4/2016).

“Implementasi BI seven days reverse repo rate berlaku 19 Agustus 2016. Pada saat implementasi, BI akan menjaga koridor suku bunga yang simetris dan lebih sempit,” jelas Agus.

Things to Know :
1. Apa yang BERUBAH ?
BI akan merubah kebijakan suku bunga acuan dari suku bunga acuan saat ini yang juga dikenal sebagai BI Rate sebesar 6.75% menjadi Seven Days Reverse Repo Rate sebesar 5.5%.

2. MENGAPA harus diganti ?
BI menyadari ketidakefektifan kebijakan suku bunga saat ini, contohnya: pada saat BI Rate turun, suku bunga antar bank tidak serta-merta ikut turun atau membutuhkan waktu yang lama untuk ikut berubah.

3. Apa pengaruh / IMPACT yang diharapkan ?
Ada beberapa hal yang ingin dicapai dengan perubahan suku bunga acuan ini antara lain:
– Peningkatan efektivitas perubahan kebijakan moneter untuk mempengaruhi likuiditas pasar (lebih cepat)
– Menganti suku bunga acuan saat ini (BI Rate) yang dirasa sudah tidak efektif lagi untuk mempengaruhi perubahan suku bunga antar bank
– Mendorong penurunan suku bunga pinjaman perbankan nasional

4. BAGAIMANA suku bunga acuan yang baru ini akan ditetapkan ?
Sepert biasa pada saat rapat dewan gubernur bulanan bersamaan dengan penetapan deposit & lending facility rates.

5. KAPAN kebijakan ini akan efektif ?
19 Agustus 2016.

6. Apa pengaruhnya terhadap BOND Market & BANKING Sector ?
– Impact terhadap margin bank akan netral, karena bank akan juga menurunkan suku bunga simpanan (TD Rate) selain suku bunga pinjaman (Lending Rate) yang diprediksi akan turun terlebih dahulu.
– Impact terhadap pasar obligasi adalah positif karena dengan penurunan suku bunga simpanan (TD Rate). Likuiditas akan beralih ke pasar obligasi.

Oleh Fransiscus Hosea

Ketika “Lose Lose” Menjadi Pilihan yang Baik

Tentu kita sudah sering mendengar istilah win win solution atau win win situation, maksud dari istilah ini adalah kedua belah pihak mendapatkan keadaan/hasil yang positif akibat sebuah keputusan/kejadian.

Keadaan win win merupakan keadaan yang paling baik dan harus selalu diusahakan. Namun fakta sering kali berkata lain, bisa saja kita mendapati keadaan win lose bahkan lose lose.

Kita ambil contoh, misalkan sebuah tim terdiri dari 2 orang, A dan B. A adalah seorang yang mengejar visi tim dan memiliki etos kerja yang baik. Sedangkan B adalah seorang yang dominan dan manipulatif.

Situasi win win bisa tercapai ketika A dan B sama-sama menggunakan kemampuannya untuk bekerja mengejar visi tim. Berbagi beban sama berat sama ringan sehingga tim secara keseluruhan bisa berlari dengan kencang ke arah yang telah disepakati.

Win lose bisa terjadi misalkan ketika B yang dominan dan manipulatif memanfaatkan A untuk bekerja lebih banyak / lebih keras untuk mencapai tujuan bersama, ketika tujuan tercapai, B hanya tinggal menikmati hasil bagiannya tanpa melakukan usaha seperti yang A lakukan.

Adapun situasi lose lose terjadi ketika kedua belah pihak sama-sama tidak perform sehingga tujuan tidak tercapai.

Apakah Anda setuju bahwa setelah win win, lose lose adalah opsi yang terbaik?

Dalam kerja tim, saya berpendapat lose lose merupakan opsi kedua terbaik setalah win win tidak dapat dicapai. Mengapa begitu? Mari saya jelaskan pandangan saya menggunakan contoh A dan B diatas.

Win lose adalah keadaan terburuk dalam sebuah kerja tim. Satu pihak akan dirugikan terus menerus (lose), sementara pihak yang lain menikmati dan mempertahankan keadaan / tidak mau berubah karena sudah dalam posisi win. Dalam contoh di atas, A akan terus menerus diperdaya oleh B, usaha A untuk mengubah keadaan menjadi win win pun akan mendapat hambatan, karena B yang sudah win cenderung enggan untuk berubah (sudah comfort).

Dalam kondisi seperti itu, saya rasa A harus memilih untuk mengubah keadaan menjadi lose lose, bisa dengan cara memaksa untuk bagi beban atau sekalian berhenti mengusahakan tercapainya tujuan. Hal ini baik agar B keluar dari comfort zone nya (masuk kondisi lose) dan mulai berpikir solusi bersama. Dari sini terlihat bahwa kondisi lose lose dapat memaksa kedua belah pihak untuk bersama-sama mencari solusi yang lebih baik, sehingga bisa didapat win win solution.

Bahkan di Alkitab tersirat demikian,

Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.

Matius 5:41

Saya membayangkan kondisi cerita pada ayat tersebut seperti ini:

Mat 5:41A dan B berjualan air minum di padang gurun yang panas. B menyuruh A untuk pergi sejauh satu mil menawarkan air kepada orang-orang di sepanjang jalan dan B hanya berteduh menunggu. Inilah kondisi win lose, A berusaha untuk berjualan melawan kerasnya alam, sementara B berteduh menunggu hasil yang nantinya akan dibagi rata juga.

Alkitab menyarankan, “berjalanlah bersama sejauh dua mil“, inilah kondisi yang perlu diusahakan. Ketika A diminta berjalan sendiri sejauh satu mil, mintalah B untuk ikut berjalan bersama bahkan sejauh dua mil, jika B setuju maka kondisi ini bisa menjadi win win karena jualan akan semakin banyak, dan kedua belah pihak memiliki kontribusi yang sebanding untuk hasil yang sebanding. Sebaliknya jika B menolak maka A juga tidak perlu berjalan, tidak ada jualan. Kondisi lose lose ini akan memaksa B berpikir dari sudut padang yang sama dengan A, dan akan bersama-sama mencari win win solution.

Semoga bermanfaat 🙂

A futuristic vision of the age of holograms

Saatnya akan segera tiba.

Beberapa tahun yang lalu, saat ada konser mengenang Chrisye, Chrisye yang sudah meniggal ditampilkan sebagai hologram dan bernyanyi diatas panggung. Game dan handphone saat ini juga sudah mengadopsi virtual reality sebagai fitur standardnya. Melihat perkembangan ini, saatnya akan tiba dimana “manusia masuk ke dunia digital” bukan lagi seperti selama ini, manusia menggunakan perangkat digital.

Kantor akan menjadi sebuah objek digital, dimana “orang-orang” akan bertemu di sana untuk bekerja, berdisksui, dan lainnya. Sementara mereka secara fisik sedang berada di tempat lain, mungkin di rumah, atau sedang berlibur.

Konsep yang sama juga bisa diterapkan untuk berbelanja, orang bisa merasakan sedang berjalan dan mencari barang di toko, mencoba pakaian, menonton pertandingan sepak bola di stadion, dan lainnya.

Bahkan, dengan semakin banyaknya data keseharian kita yang diambil dan disimpan oleh perusahaan-perusahaan digital, bukan tidak mungkin suatu saat karakter yang telah meninggal bisa dihidupkan kembali semirip dengan aslinya berdasarkan data yang diambil selama ia hidup (big data).