Global Warming, Bisa Dicegah Atau Tidak?

Saya pernah membaca sebuah e-mail yang masuk ke inbox saya, seorang teman saya di milis astronomi. Dia adalah seorang geologist. Beginilah garis besar dari e-mail tersebut:

Saya masih sulit menerima bahwa fenomena global warming ini dapat dicegah. Dan yakin bahwa global warming ini lebih bersifat natural ketimbang “man made”.

Walaupun begitu bukan berarti bahwa emisi karbon itu tidak berbahaya. Emisi karbon hanyalah bersifat polutan, artinya emisi karbon dari cerobong, maupun dari knalpot dan sebagainya, itu jelas menganggu dan mempengaruhi kenyamanan. Dalam skala kecil misalnya
kalau kita berada pada satu kota yang pengap dengan asap kenalpot, maka kita akan merasakan udara semakin terasa panas. Tetapi panas ini disebabkan oleh sifat-sifat asap yang menghambat penghantaran panas.

Karena sulit menghantar panas maka benda itu terasa lebih hangat. Benda tersebut menerima panas tetapi tidak dapat mengalirkannya (membuang). Itulah sebabnya besi teras lebih dingin karena besi merupakan penghantar panas.

Prose pemanasan dan pendinginan global terjadi sejak dulu.

http://rovicky.files.wordpress.com/2007/12/paleoclimate-1.jpg

Yang saya takutkan adalah kalau kita menganggap bahwa kalau manusia berhasil mengurangi emisi sampai nol maka pemanasan global dapat berhenti. Karena kalau ini yang ada didalam benak manusia, maka secara naluri manusia akan mati-matian mengusahakan pengurangan emsisi gas buang karena dianggap sebagai “musuh utama” atau “penyebab utama” dari fenomena global warming. Sehingga setiap usaha riil (fisik) serta olah otak (berdikusi, konperensi, seminar dll), akan ditargetkan dalam menghadapi global warming hanyalah ke arah pengurangan emisi ini saja.

Seandainya global warming itu merupakan kejadian alam biasa (hanya sebuah siklus panjang), seperti yang terlihat pada gambar. Maka kita harus mempersiapkan segala sesuatu demi menghadapi pemanasan global ini, bukan mencegahnya. Persiapan menghadapi pemanasan global ini mirip kalau akan menghadapi musim tahunan saja. Tetapi kali ini kita menghadapi perubahan iklim yang siklusnya mungkin ribuan tahun, bahkan jutaan tahun. Global warming-cooling bukanlah siklus satu tahunan saja.

Bisnis Global Warning
Yang lebih parah lagi kalau global warming-cooling yang menurut saya belum pasti akibat manusia ini dibisniskan. Salah satunya jual beli carbon emisi, seolah jual beli sesuatu yang tidak ada gunanya. Juga adanya pinjaman utang Bank Dunia atau IMF utk mengatasi penggundulan hutan, dll, yang seharusnya tidak diperlukan. Semua ini bisa saja nantinya dianggap sebagai jebakan dari negara adidaya, serta negara maju yang selama ini memakai carbon seenaknya. Dan menjerat hutang ke negara miskin.

Jadi, kalau ada pemikiran STOP GLOBAL WARMING, saya kok malah bingung sendiri. Jangan-jangan kita ini masuk ke Problema Columbus, dimana ada yang takut kecemplung pinggiran laut karena dikira laut itu seperti meja!
Ketakutan kita pada global warming semestinya bukanlah diantisipasi dengan mengutamakan pencegahan pemanfaatan sumberdaya. Polusi dan eksploitasi sumberdaya alam Polusi memang sangat menganggu, tetapi polusi ini menganggu kenyamanan lokal. Polusi tidak hanya asap, polusi dapat juga polusi bahan-bahan radioaktif. Juga polusi bahan beracun akibat aktifitas manusia. Ini tentu saja tetap harus diperangi, namun bukan dalam semangat mengantisipasi global warming.

Demikian juga eksploitasi sumberdaya alam, pemanfaatan hutan, pemanfaatan air, pemanfaatan minyak bumi, pemanfaatan gas, tambang emas, batubara dan lain-lain memang harus dikelola dengan benar. Tetapi sekali lagi bukan dengan semangat untuk mencegah atau menyetop global warming. Pemanfaatan ini dapat saja dikaitkan dengan global warming dalam artian, bagaimana kita mengantisipasi kedatangannya. Bagaimana kita mengelola air dimasa bumi semakin panas, bagaimana memanfaatkan listrik dengan baik untuk mengatisipasi suhu yang tinggi. Juga seperti apa seharusnya memanfaatkan hutan supaya tidak menganggu ketika terjadi kebakaran dsb.

Antisipasi Global Warming
Global warming bukan untuk dikurangi walaupun mungkin, yang pasti Global Warming tidak dapat dicegah, atau bahkan distop. Tetapi global warning ini harus diantisipasi bagaimana menghadapinya. Lebih tepatnya kita harus mengantisipasi global warning ini, mirip seperti melakukan antisipasi untuk sebuah gempa. Kita tidak mungkin mencegahnya walaupun kita meneliti dan menganalisanya, bahkan mencoba meramalkannya.

Jadi, teori mana yang benar? Global Warming adalah sebuah siklus panjang bumi atau Global Warming adalah kesalahan manusia dalam mengelola alam?
Silahkan Anda memilih sendiri. Yang pasti kita tidak boleh tinggal diam dalam menghadapi Global Warming!

Sumber: e-mail
Editor: Herwin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s