2 hari yang lalu, pagi-pagi, beberapa saat setelah bangun tidur, saya dikejutkan oleh suara aneh di telinga kiri saya. Cukup menganggu, karena suaranya kencang, dari dalam telinga, seperti ada sesuatu di dalam, “kresek-kresek” bunyinya setiap kali ada gerakan yang berhubungan dengan telinga (misal, menggerekan rahang, telinga), jika tidak ada gerakan, tidak ada bunyi.
Dugaan pertama, ada kotoran telinga, ternyata tidak, dugaan kedua, ada serangga, bukan juga.. Telinganya bersih, kosong melompong.. Pikiran saya mulai aneh-aneh.. Jangan-jangan ada sesuatu yang ga bener dengan telinga ini..
Saya mulai mencari di internet dengan keyword “telinga bunyi kresek”.. Rasanya tidak ada gejala yang pas seperti yang saya alami. Sampai akhirnya, satu yang paling mendekati, menyatakan bahwa telinga dia kemasukan rambut 10-15 cm, dan sudah 6 bulan baru keluar (Berarti 6 bulan dia mengalami bunyi seperti itu.. Astaga..).
Saya coba menarik daun telinga, lalu menggerakan rahang, bunyi kresek-kresek itu tidak ada, tapi ketika saya sudah tidak menariknya, bunyinya muncul lagi. Saya semakin yakin, bahwa masalahnya hanya karena ada benda asing pada telinga saya, bukan sesuatu yang aneh-aneh (penyakit, gangguan apa lah..) karena gejala itu muncul begitu tiba-tiba.
Saya semakin yakin, sama seperti yang saya baca, ada rambut yang masuk dalam telinga saya. Saya meminta cc saya untuk melihat, apakah ada rambut, dia bilang ga ada apa-apa.. Saya mencoba memasukan jari saya, sedikiiiit saja, sakit rasanya, dan bunyinya sangat keras (sepertinya rambutnya menusuk gendang telinga).. Saya ga berani lagi, takut gendang telinganya rusak. Saya berharap sesuatu itu bisa keluar sendiri.. Ternyata sampai esok hari, masih sama saja..
Akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke dokter, saya ke sebuah rumah sakit bersama papa saya, ke bagian THT. Si dokter memeriksa telinga saya, daaaannn.. Benar saja.. Ada rambut di dalam telinga saya.. “Eh.. Ada rambut” si dokter mengambil alatnya, mengeluarkan rambut itu, dan selesailah masalahnya…
Saya tidak langsung memberi tahu si dokter bawah masalahnya sudah selesai, dan saya memang belum mencoba menggerakan rahang atau telinga saya. Si dokter dengan “seru”nya memeriksa telinga kanan, hidung dan tenggorokan saya..
Dia bilang saya kena radang, hidung dan tenggorokan saya merah.. Saya sedang pilek (padahal ngga tuh..). Lalu dia menjelaskan dengan gambar-gambar yang terpampang di mejanya. Hidung dan tenggorokan mempengaruhi telinga juga (<– lengkaplah kodratnya, Telinga Hidung Tenggorokan).. Sampai akhirnya si dokter buka resep.. Banyangkan 5 jenis obat, ada antibiotik, ada obat berupa spray, dll.. Katanya diakasih untuk seminggu dulu, harusnya 2 minggu, nanti balik lagi..
Tapi.. Ya, ga saya tebus obatnya.. Udah sembuh kok.. Hahaha. Dan “cuma” bayar biaya dokternya, 125.000.. Hmm.. Biaya mengeluarkan rambut dari telinga tuh.. 125.000.. =P
Pelajaran yang bisa diambil dari hal ini.. Pertama, pengalaman kalo kapan-kapan terjadi lagi (amit-amit) jangan panik. Kedua, carilah dulu informasi di internet untuk bekal pengetahuan kita sebanyak-banyaknya. Ketiga, jangan terlalu percaya juga deh sama sebagian dokter sekarang, kayanya motivasinya melenceng nih, mau nolong pasien apa mau jual obat..? Kita harus pinter-pinter juga (Udah jadi rahasia umum, sebagian (besar? sangat besar?) dokter jaman sekarang suka memberikan banyak obat yang belum tentu ada gunanya, cuma nambah-nambahin kimia dalam tubuh kita doang, lalu mereka dapet komisi(?) dan juga dikit-dikit OPERASI >.<) Keempat, sebelum tidur bantal sama selimut dibersihin dulu dari rambut yang patah ato rontok, meminimalkan resiko. Hahaha.
Sekian..
GBU