Kawasaki Serang Anak-Anak Indonesia

Kawasaki disease (Penyakit Kawasaki) adalah suatu penyakit yang langka, dan ditemukan pada anak-anak. Penyakit Kawasaki ditemukan oleh Dr. Tomisaku Kawasaki  di Jepang pada tahun 1967 dan saat itu dikenal sebagai Mucocutaneous Lymphnode Syndrome. Banyak masyarakat yang belum mengetahui mengenai penyakit ini, bahkan para dokter pun ada yang belum mengetahui tentang penyakit yang berbahaya bagi anak – anak ini. Hal ini menyebabkan bayaknya kesalahan dan keterlambatan diagnosis yang dilakukan oleh para dokter. Penampakkan penyakit ini dapat mengelabui mata sehingga dapat terdiagnosis sebagai campak, alergi obat, infeksi virus atau bahkan penyakit gondong.

Baru-baru ini penelitian menunjukkan bahwa sejenis virus yang disebut coronavirus mungkin berperan atas timbulnya penyakit ini, tetapi belum ada bukti yang dapat meyakinkan secara pastinya penyebab penyakit ini. Sehingga cara pencegahan penyakit ini belum diketahui. Penyakit ini lebih sering menyerang ras Mongol dan terutama menyerang balita pada usia 1-2 tahun. Penyakit ini juga terbukti tidak menular.

Kasus Kawasaki di Indonesia tidakklah sedikit, tiap tahun akan ada 3300-6600 kasus Kawasaki Disease. Namun kenyataannya kasus yang terdeteksi masih sangat jauh di bawah angka ini. Terdeteksi sekitar 20%-40% nya mengalami kerusakan pada pembuluh koroner jantung. Sebagian akan sembuh namun sebagian lain terpaksa menjalani hidup dengan jantung yang cacat akibat aliran darah koroner yang terganggu. Sebagian kecil akan meninggal akibat kerusakan jantung.

Jika dibiarkan, sindrom Kawasaki dapat menyebabkan kerusakan jantung dan pembengkakkan pada pembuluh darah menuju jantung (koroner) yang disebut aneurysm. Aneurysm pada arteri koroner disebabkan oleh radang pada pembuluh arteri tersebut disebut vasculitis. Inilah yang membuat sindrom Kawasaki menjadi penyebab utama timbulnya penyakit jantung bawaan (PJB). Bila terjadi aneurysm, perkembangannya akan berlangsung dalam seminggu setelah gejala-gejala demam dan yang lainnya bermula. Jika tindakan perawatan dilakukan kurang dari 10 hari, maka komplikasi ke jantung akan dapat dicegah. Itu sebabnya diagnosa awal terhadap penyakit ini akan sangat banyak membantu. Berita baiknya adalah, bila mendapat perawatan sesegera mungkin, hanya sekitar 5-10% dari seluruh kasus sindrom Kawasaki yang akan berkembang menjadi masalah jantung.

Gejala awal Penyakit Kawasaki :

  1. Demam yang mendadak tinggi dan bisa mencapai 41o C
  2. Demam befluktuasi selama setidaknya 5 hari tetapi tidak pernah mencapai normal
  3. Pada anak yang tidak diobati, demam dapat berlangsung selama 1-4 minggu tanpa jeda
  4. Sekitar 2-3 hari setelah demam, mulai muncul gejala lain secara bertahap yaitu bercak – bercak merah di badan yang mirip seperti pada penyakit campak
  5. Namun gejala pilek dan batuk akut yang ada pada penyakit campak tidak ada pada penyakit kawasaki
  6. Kedua mata merah tetapi tanpa kotoran mata (conjunctivitis)
  7. Pembengkakan kelenjar getah bening di salah satu leher sehingga kadang diduga penyakit gondong (parotitis)
  8. Lidah merah menyerupai stroberi (strawberry tangue), bibir juga merah dan kadang pecah – pecah bahkan bisa berdarah
  9. Telapak tangan dan kaki merah dan agak membengkak
  10. Kadang anak mengeluh nyeri pada persendian bahkan sampai tidak dapat menggerakkan badan tetapi akan sembuh setelah pengobatan tanpa menyebabkan kelumpuhan apa pun
  11. Trombosit mencapai 2.000.000 /mm3

Berbagai kemungkinan komplikasi dari penyakit kawakasi adalah sebagai berikut :

  • Inflamasi (radang) pada pembuluh darah (valculitis).
  • Inflamasi pada otot jantung (mycarditis).
  • Inflamasi pada selaput pembungkus jantung (pericarditis).
  • Inflamsi pada sendi (arthritis).
  • Inflamsi pada membran otak dan spinal cord (meningitis).
  • Aneurysm pada arteri yang memicu pembekuan darah atau menimbulkan penyakit jantung.
  • Arrhythmia atau detak jantung tidak normal akibat adanya kelainan pada katup jantung.

Komplikasi ke jantung biasanya mulai terjadi setelah hari ke 7-8 sejak awal timbulnya demam. Pada awalnya dapat terjadi pelebaran pembuluh nadi koroner, kemudian bisa terjadi penyempitan bagian dalam atau sumbatan. Akibatnya aliran darah ke otot jantung terganggu sehingga dapat menimbulkan kerusakan pada otot jantung yang dikenal sebagai infark miokard.

Pada fase penyembuhan, terjadi pengelupasan kulit di ujung jari tangan serta kaki dan kemudian timbul cekungan berbentuk garis melintang pada kuku kaki dan tangan. Yang paling penting adalah memberikan perhatian yang cukup bagi anak tersebut agar ia merasa nyaman.

Ada beberapa kejadian dimana penyakit ini bisa kambuh setelah beberapa minggu atau beberapa bulan kemudian. Segeralah hubungi dokter bila ini terjadi. Jika tidak terjadi komplikasi jantung, biasanya akan terjadi pemulihan sempurna. Sekitar 1-2% penderita meninggal, biasanya akibat komplikasi jantung; 50% diantaranya meninggal pada bulan pertama, 75% meninggal pada bulan kedua, 95% meninggal pada bulan keenam. Tetapi kematian bisa terjadi 10 tahun kemudian dan kadang secara tiba-tiba. Aneurisma yang kecil atau tidak membesar cenderung menghilang dalam waktu 1 tahun, tetapi arteri koroner tetap lemah sehingga beberapa tahun kemudian timbul kelainan jantung.

Pengobatan yang dapat dilakukan untuk Kawasaki Disease :

  • Penderita harus dirawat inap di rumah sakit dan mendapat pengawasan dari dokter ahli jantung anak
  • Pemberian obat Imunoglobulin 2 gram/ kg BB secara infus selama 10-12 jam
  • Asetol / Aspirin dosis tinggi
  • Warfarin
  • Pemeriksaan jantung sangat penting termasuk EKG dan Ekokardiografi (USG jantung)
  • Kadang dapat dilakukan ultrafast CT Scan, MRA (Magnetic Resonance Angiography)
  • Kateterasi jantung diperlukan pada kasus yang berat

Imunolobulin adalah obat yang didapat dari plasma donor darah ampuh untuk meredakan gejala Kawasaki Disease maupun menekan resiko kerusakan jantung namun harga yang mahal menjadi kendala. Harga satu gram berkisar satu juta rupiah. Penderita Kawasaki Disease membutuhkan imunoglobulin 2 gram per kg berat badannya.

Penderita juga diberikan asam salisilat untuk mencegah kerusakan jantung dan sumbatan pembuluh koroner. Jika dengan pengobatan obat tidak berhasil, kadang diperlukan operasi pintas koroner (coronary bypass) atau bahkan transplantasi jantung.

Fase kematian dapat timbul mendadak bertahun – tahun kemudian setelah fase akut. Kemungkinan kambuhnya penyakit ini adalah 3 %. Perbadingan antara anak perempuan dan laki – laki pada penyakit ini adalah 1 : 1,5.

Pemeriksaan laboratorium untuk penyakit ini tidak ada yang khas. Biasanya jumlah sel darah putih, laju endapan darah dan C Reactive protein meningkat pada fase akut. Pada fase penyembuhan, trombosit darah meningkat dan ini akan memudahkan terjadinya trombus atau bekuan darah yang menyumbat pembuluh koroner jantung. Penyakit Kawasaki ditemukan pada umur seorang bayi termuda yaitu 1 bulan dan ditemukan di Jepang pada seorang wanita yang berumur 37 tahun.

For More Information :
Perkumpulan Orangtua Penderita Kawasaki Indonesia (POPKI)
(+6221) 531325555, +6253128555

Unit Gawat Darurat (UGD)
(+6221) 53128777

By: Desi

About these ads

9 thoughts on “Kawasaki Serang Anak-Anak Indonesia

  1. Penyakit ini berasal dari jepang masuk ke indonesia, bisa jadi ini akibat pola makan, orang jepang suka makan yang mentah2, dan kini orang indonesia mulai ikutan pola makan orang jepang bisa jadi kan…

  2. nanya info dunk,keponakan kena penyakit ini..kira2 di rumah sakit mana aja ya penderita kawasaki bs dapat perawatan..makasih sebelumnya..izin share artikelnya ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s