Feeds:
Posts
Comments

Di Jalan yang Benarkah?

Emm..
Sekali-sekali g merasa seperti berjalan di jalan yang salah..
Seperti semua yang ada sekarang cuma basa-basi yang ngabis-ngabisin waktu g..
Sampai akhirnya nanti g menyadari “Ok, ini salah.” dan g harus kembali dengan tertunduk..

TUHAN,, di jalan yang benarkah aku?
Atau aku terlalu sibuk dengan hal duniawiku sampai aku menjadi tuli untuk mendengar suaraMu..
Sebelum aku melangkah lebih jauh,, TUHAN,, tuntun aku ke jalanMu..
Dan tolong kuatkan aku..
Supaya kalau aku jatuh, aku belajar ganti menangis..
Supaya kalau aku berhasil, aku bersyukur ganti sombong..

Beranikan aku melihat kenyataan, beranikan aku melangkah..
Murnikan hatiku untuk melihat yang benar, bukan yang kelihatan benar tapi tidak tulus, palsu..
Biarlah Kau tetap menjadi mata air ku, kekuatanku, semangatku..

Hidupku di tanganMu TUHAN..
Di balik pahitku ada madu Kau sediakan..
Biar aku hanya percaya pada yang benar.. Supaya tidak tawar hatiku..

Don’t Judge A Book by Its Cover — Jangan menilai sebuah buku dari sampulnya..

Perumapaan ini sering kita dengar, apapun konteksnya, terutama dalam menilai seseorang.

Tapi,, mungkinkah ini bisa dilakukan?

Mau ga mau setiap orang pasti dinilai, dan setiap orang pasti menilai. Maka penting bagi kita untuk bisa menjaga penampilan kita. Bagaimana kita bisa tampil anggun didepan orang-orang. Terutama didepan orang yang belum atau baru kita kenal. Maka, apa yang orang sering sebut dengan “JaIm” alias Jaga Image itu penting, gunannya agar orang yang baru mengenal kita itu tidak salah menilai diri kita. Penampilan kitalah yang pertama dinilai oleh orang, karena aspek inilah yang paling terlihat pertama kali, baru setelah kita lolos dari penilaian penampilan, kita akan diterima untuk dinilai secara lebih dalam.

Orang sangat banyak menilai pada perjumpaan pertama. Disanalah letak awal dari penerimaan mereka terhadap diri kita. Misalnya, ketika kita bertemu seseorang, ucapan kita penuh dengan kata-kata yang tidak sopan, penampilan acak-acakan, kecil kemungkinan bagi orang itu untuk menerima kita menjadi rekannya, jika itu orang yang berpribadi baik, karena kita akan berpengaruh buruk bagi dia. Ingat, seseorang bisa dinilai dari lingkungannya. Jadilah lingkungan yang baik bagi orang lain, dan hiduplah di lingkungan yang baik.

Bahkan, ketika kita sedang membaca buku tersebut (saat kita telah mengenal orang tersebut), penilaian akan terjadi selamanya. Misalnya, ketika kita telah mengenal seseorang, selama ini kita menilainya sebagai orang yang santun, lalu suatu ketika kita melihatnya sedang mabuk, berubahkah penilaian kita? Ketika kita mengenal seseorang yang kita nilai setia, ternyata suatu kali ia berlaku tidak setia, berubahkah penilaian kita? Maka dari itu, selalu jadilah pribadi yang baik, yang anggun, yang sopan, jujur, yang penuh kasih, yang setia pada yang benar, yang selalu berusaha untuk hidup kudus dihadapan TUHAN.

Be yourself A Better You!

GBU

Keluarga (Ber)bahagia

Hari ini gw ngeliat dua keluarga yang meunurut gw keluarga berbahagia.

Lalu, kenapa gw tulis “(Ber)bahagia”? Karena bahagia adalah sebuah pilihan. Gw pernah denger sebuah kutipan “Decided to be happy”. Dari sana jelas, mau bahagia atau ngga, itu keputusan kita. So, kita yang harus aktif, bukan kebahagiaan datang begitu saja. Kita bisa bahagia kalau kita tau jalan yang benar, dan tau cara bersyukur. Seorang anak orang kaya yang selalu makan enak, ketika diberi makan nasi goreng setiap pagi, akan mengeluh. Tapi anak seorang miskin yang untuk makan saja sulit, akan sangat bersyukur ketika bisa makan nasi goreng setiap pagi.

Lanjut ke dua keluarga berbahagia tadi,, yang pertama gw ketemu di gereja.
Keluarga ini sering bahkan hampir selalu gw liat setiap minggu, soalnya di gereja udah ada tempat-tempat kebiasaan, gw biasa duduk di sayap kanan, depan tembok, nah si keluarga ini biasa 2 atau 3 bari di depan gw. Ini keluarga isinya satu bapa, satu ibu, dua anak cowo, sama satu anak cewe.

Gw pernah kenal sama si bapa dari keluarga itu, jadi dulu gw pernah dateng agak telat dari biasa gw dateng, jadi tempat gw udah ada yang dudukin, alhasil gw duduk lebih depan sedikit, sebelah gw kosong tadinya, dan si keluarga ini yang menempati. Gw ngobrol sama di bapa, dan sedikit sama si ibu, mereka bener-bener ramah, dan ya.. beda lah dengan ngobrol sama orang lain yang baru kenal. Oya, si bapa ini ternayata lulusan Binus jaman dulu, waktu masih STMIK atau ATK gitu, lupa..

Secara biasa mereka duduk di depan gw, mau ga mau gw sering ngeliat mereka. Mereka bener-bener punya hubungan yang harmonis, gw aja yang ngeliat seneng, apalagi mereka ya.. Diberkatilah keluarga ini :) Mereka sering bercanda-bercanda kecil, ya walaupun di gereja sih, tp gpp lah, ga membuat keributan juga. Orangtua seperti sahabat buat anak-anaknya, anak-anaknya akbrab. Semoga keluarga gw nanti bisa lebih baik dari keluarga ini. Heheh.

Nah, yang kedua, pasangan suami istri yang barusan gw dateng ke pesta intan perkawinannya (60 tahun). Wah, yang ini bener-bener deh, si bapa senyum terus, bahagia sekali sepertinya. Dia cerita, “Dulu tinggal di desa, ga ada listrik, ga ada ledeng, kalau mandi, cuci muka ke sungai. Kenalan sama istrinya dari orangtua, dijodohin, 3 bulan setelah kenal langsung nikah, ga ada pacaran-pacaran. Dulu saya kerja jualan barang ke pedalaman, naik perahu, bisa 10 hari sekali pergi, kalau udah malam, numpang di desa orang, tidur pake alas tilam(tikar). Terus waktu istri saya mau melahirkan, di sana ga ada bidan, jadi harus ke daerah lain, sewa perahu, dayung berdua, sekitar 4 jam baru sampai, waktu itu masih muda, ga ada pengalaman, ga mikir gimana kalau anaknya sampai lahir di perahu. Orang sekarang udah enak, ada rumah sakit dekat, masih aja kalau melahirkan maunya di Singapur.. Hahah.”

Continue Reading »

Theo, anak usia delapan tahun, ingin sekali terpilih untuk terlibat dalam pertunjukan drama Natal di gerejanya. Setiap hari ia membicarakan keinginan itu kepada ibunya dengan bersemangat. Lalu tibalah waktunya hari pemilihan. Ibu mengantar Theo ke gereja dengan perasaan was-was; khawatir kalau sampai Theo tidak terpilih, ia pasti akan kecewa sekali. Sepulang dari gereja ternyata Theo tampak gembira. “Kamu terpilih, Nak?” tanya ibunya. “Iya, Bu,” jawab Theo. “Kata Kakak Guru Sekolah Minggu, saya terpilih untuk bertepuk tangan.”

Kita dipilih dalam peran sekecil apa pun tentunya dengan suatu tugas tertentu. Begitu juga ketika Tuhan memilih kita dalam peran-peran seperti yang kita punya sekarang ini—entah sebagai orangtua, suami, istri, pelajar, pejabat negara, anggota majelis di gereja, entah juga sebagai orang kaya, orang pandai, selebriti terkenal — pasti dengan suatu tugas tertentu. Tidak mungkin Tuhan secara kebetulan atau tanpa sengaja memberikan peran-peran itu kepada kita.

Oleh karena itu, apa pun peran kita sekarang ini, pertanyaan yang perlu kita renungkan adalah: Apa yang Tuhan ingin kita lakukan dengan peran tersebut? Kalau kita adalah orangtua, Tuhan ingin kita menjadi orangtua seperti apa? Kalau kita adalah pejabat negara, Tuhan ingin kita menjadi pejabat seperti apa? Kalau kita adalah selebriti terkenal, Tuhan ingin kita menjadi selebriti seperti apa? Dan sebagainya.

Tuhan memilih kita sebagaimana kita ada sekarang dengan tujuan luhur.

Ayub Yahya – Renunganharian.net

TUHAN tidak bermain dadu untuk menentukan jalan hidup kita, percayalah semua baik, semua indah pada waktunya. “Garam” ada karea ada yang tawar, jika semua “garam”, maka garam tidak lagi dibutuhkan.
GBU

Selamat Tahun Baru 2010

Selamat Tahun Baru 2010

Herwin

Selamat Jalan Abdurrahman Wahid a.k.a. Gus Dur, Presiden ke-4 (Periode 1999-2001) Republik Indonesia.
Beliau wafat pada hari Rabu, 30 Desember 2009, pukul 18.45, di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Gus Dur memasuki masa kritisnya pada pukul 18.15.
Presiden menjabat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga sempat menjenguk Gus Dur pada pukul 18.30.

Kondisi kesehatan Gus Dur diberitakan menurun seminggu kebelakang ini karena kelelahan saat melakukan kunjungan, gula darahnya menurun, ia juga menjalani cuci darah rutin, juga menjalani operasi gigi pada hari Senin, 2 hari yang lalu.

Berbagai peringatan akan dilangsungkan untuk mengenang dan memperingati wafatnya Gus Dur. Presiden SBY telah menghimbau untuk menaikan bendera setengah tiang selama satu minggu untuk memperingati wafatnya Gus Dur. Warga Surabaya dari golongan lintas agama menyalakan satu juta lilin, dan lain-lain.

Satu yang masih saya ingat, Gus Dur pernah keluar dari Istana Negara dengan menggunakan celana pendek, menemui masyarakat, rasanya belum pernah ada presiden yang seperti ini. Disamping terkenal sebagai seorang yang nyeleneh, dan ceplas-ceplos. Gus Dur adalah tokoh seorang kemanusiaan. Sebagai presiden ia tidak pernah menggunakan kawalan saat bepergian. Ia selalu bersilaturahmi setiap saat, menghapus batas-batas perbedaan. Ia juga dikenal sebagai tokoh antidiskriminasi, salah satu buah karyanya yang masih kita rasakan sampai sekarang adalah kebebasan bagi masyarakat Tionghoa (Chinese) untuk merayakan Imlek sebgai hari libur nasional, juga diperbolehkannya kesenian Tionghoa diakses publik.

Terima kasih untuk segala kontibusimu bagi Indonesia.

Selamat Natal 2009

Selamat Natal ^^
Biarlah TUHAN hidup dalam hatimu, rasakanlah damaiNya, dan jadilah terang.

Wah.. Lagi hujan nih, cukup deras.. Hujan berkat! :D

Mau sekalian cerita-cerita ah.. Heheh.

Ntah.. Natal kali ini perasaan g agak ga enak, padahal dari awal Desember g udah seneng, udah mau natal. Tapi pas deket-deket natal g malah merasakan ada sesuatu yang nge-ganjel.. G merasa telah membuat kecewa seseorang(atau mungkin beberapa yang ga g sadari), dan g pun merasa sedikit kecewa dengan beberapa orang. Buat semuanya, g minta maaf ya kalo g ada menimbulkan kepahitan buat kalian.

Natal kali ini juga rasanya pengen banget ketemu sama temen-temen, kumpul-kumpul, kangen. Hahah. Seengganya pengen ngucapin selamat natal. Tapi ya, apa boleh buat, ga mungkin bisa ketemu semua. Doaku bersama kalian =D

Tahun ini semakin gencar jaringan sosial (baca: Facebook) dipakai buat mengucapkan selamat natal (hampir semua menulis: Merry Christmas).
Kalau ditelusuri dari beberapa tahun yang lalu g masih inget, waktu masih SD, itu jaman kartu natal, dari kartu natal yang kalau dibuka ada bentuk sinterkals(dari karton yang digunting, kalau ga salah namanya pop up), semakin sederhana, dan semakin lama kartu natal semakin kecil, sampai cuma berbentuk kotak beberapa cm kali beberapa cm.
Babak berikutnya jaman sms, kartu natal sudah jarang sekali dipakai, ucapan-ucapan mengalir lewat sms. Lalu munculah pelopor jaringan sosial, Friendster, ucapan-ucapan mulai berdatangan dari comment, sms mulai berkurang. Lalu sekarang datanglah Facebook, sms sepertinya lebih berkurang lagi.

Orang-orang memberikan ucapan secara masal, lewat tag-tag gambar(ucapan natal), ini sesuatu yang baik atau ngga ya? Soalnya g sempet kepikiran juga, kalau lama-lama semua orang cuma ngucapin dengan cara masal gitu, dimana lagi ada keintiman, dimana lagi kita temukan hubungan yang hangat, padahal dulu, saat-saat kaya gini adalah saat-saat untuk kembali membangun komunikasi sama sahabat-sahabat lama, bisa-bisa semua jadi seperti hanya formalitas. Ahh.. sudahlah. Hahah.

Sekali lagi,, selamat natal.
GBU

(Semester 3) UTS Part 3

UTS – PBO (Pemrograman Berbasis Objek) – 24 Nov 2006 (Day 4)

Kamis, 19 Nov 2009 kita udah mulai belajar. Dadakan sih ini, tadinya gw rencana mau ke ATL, belajarnya Jumat, tapi gw pikir kalo gitu nanti bolak-balik, jadi gw batal ke ATL hari Kamis, ganti belajarnya jadi Kamis, ATL Jumat. Gw baru kasih tau sekitar jam 8.30, mau mulai belajar jam 10. Hahah. Yang OK, Felix, Step, 2 orang lagi masih belom bangun =P Gibson ga ikut.

Kita cuma belajar sampe jam 2, soalnya mau pegi. Mau nonton 2012 di TA, gw, Step, Yusti, Cynthia, dan Roland. Sampe TA udah ga lama lagi, soalnya di jalan banyak banjir, kira-kira setengah jam sebelum mulai, kita makan dulu di HokBen, udah laper, nungguin Cyntia sama Roland juga yang bawa tiketnya. Kita nonton jam 3.15, tiketnya udah beli dari hari sebelumnya, trus dapetnya di bangku kedua dari depan. Hahah. Pengalaman pertama, dan hasilnya.. Pegel. Ini film menurut gw ga sebagus yang gw bayangkan, yang terlihat dari antrian yang begitu “gila”.

Jumat, 20 Nov 2009 gw ke ATL mulai dari setengah 10 sampai setengah 5, 7 jam. Gara-gara lagi UTS mungkin, ATL memang sepi, cuma ada gw dan satu temen sekelas gw. Sayangnya,, hari inipun tugas gw ga bisa selesai, padahal gw pikir bakal selesai itu project hari ini.

Sabtu, 21 Nov 2009 belajar lagi, sedikit yang gw inget dari belajar hari ini, yang pasti ga begitu efektif, ga banyak yang dipelajari hari ini. Trus makan siang di tempat makan apa ya itu namanya, yang di sebelah apotik THI, chinese food. Ferry ga ikut makan, dia makan di rumah, trus jempur Cler. Jadi yang ikut cuma Mario, Yusti, Step, Gibson, sama gw. Mario pun ga makan, minum doang. Kita pesen cap cay, foo yung hai, dan sapo tahu. Selesai makan lanjut lagi, belajar.. Sampe lumayan malem kayanya. Jam 7 kali, baru kita bubar. Fotonya ada di Facebook. Hahah.

Jadwal belajar selanjutnya juga udah di tentuin, yaitu besoknya, hari Minggu, 22 Nov 2009, kita rencana mau mulai jam 12. Pada saat waktunya tiba, sampe sekitar jam 2 pun belom ada yang dateng, ya sudah, karena satu dan lain hal, gw alihkan ke hari Senin aja.

Senin, 23 Nov 2009 kita mulai belajar jam 10, tapi seperti biasa, orang pertama dateng sekitar jam 10.40.  Seperti yang diperkirakan, karena udah lebih mepet ujian, jadi lebih tedesak, belajarnya pun lebih efektif dari sebelumnya. Siang-siang laper,, tapi ga ada usul makan dimana, cukup lama kita stuck, sampe akhirnya,, Ahwa.. Hahah. Ada kerang, sapi lada hitam, dan ayam semboi *kalo ga lupa* Selepas makan, lanjut belajar lagi deh.. Soal-soal PBO mirip-mirip semua sih, jadi yang kita bahas ya seputar itu-itu juga deh. Kita belajar sampe jam.. 7.. kayanya. Semua member dapet kiriman soal + jawab ke email masing-masing. Hahaha.

Duh,, semakin lama gw tunda nulis ini jadi semakin lupa.. makin dikit deh yang bisa gw tulis. Hahaha.
Sekarang udah tanggal 25 Des 2009, padahal ini udah g tulis dari tanggal 20 Nov, lalu 26 Nov, dan 28 Nov, selanjutnya didiamkan sebagai draft.

Yah.. g sudah tidak mengingat apa-apa tentang kelanjutan dari belajar PBO ga bisa didokumentasikan deh, sayang sekali. Cuma hasil yang g inget, hasil dari PBO ini cukup memuaskan.

UTS – MPP (Metode Perancangan Program) – 25 Nov 2006 (Day 5)

Belajar seadanya, waktu itu juga penggunaan waktunya ga baik, waktu liburnya dipake buat PBO semua, MPP terabaikan. Belajar juga cuma malam sebelum ujian. Pikiran juga kasus bakal bisa mikir pas ujian aja, ternyata nge-blank. Terabaikan juga lah hasilnya.. Sangat tidak memuaskan, rekor nilai terjelek selama kuliah.. >.< Berusaha lebih baik lagi buat UAS, it’s a must.

UTS – PAA (Perancangan dan Analisis Algoritma) – 26 Nov 2006 (Day 6)

Belajarnya cukup.. Hasilnya tidak diduga, kirain bisa bagus, soalnya udah berasa lumayan menguasai bahan, tapi ternayata hasilnya cuma pas-pasan. Ada materi-materi yang diduga bakal keluar, dan bisa ngambil poin dari sana ternyata ga keluar, malah keluar soal aneh-aneh yang tidak diduga.

AAAAAAaaaaaaa……. Secara keseluruhan nilai UTS semester 3 ini menurun jauh.. Semangat!! Belajar lebih giat lagi, dan atur waktu dengan baik.

Older Posts »